
JAKARTA,fornews.co-Presiden Joko Widodo (Jokowi) menekankan, agar baik di Kementerian/Lembaga (K/L), provinsi, kabupaten, kota memberikan prioritas pada apa yang ingin dikerjakan. Prioritas tersebut tidak perlu banyak-banyak, fokus di bawah 3 sampai 5 prioritas.
“Jangan semuanya menjadi prioritas. Ini kebiasaan kita, ini rutinitas dan mengulang-ulang,” kata Presiden Jokowi saat membuka Musyawarah Perencanaan Pembangunan Nasional (Musrenbangnas) Tahun 2017, di Hotel Bidakara, Jakarta, Rabu (26/4) .
Menurut Presiden, hampir di semua daerah, sesuai APBD dan APBN yang dibacanya, merupakan rutinitas dan mengulang-ulang. Kalau ada tambahan, misalnya APBD atau APBN ada tambahan 10%, langsung semua dinas naik 10%. Di Kementerian juga sama, naik 10% semuanya.
“Jangan seperti itu lagi. Kelihatannya ini sepele, tapi kalau tidak kita ubah, tidak akan kita memperoleh hasil yang baik,” tutur Presiden.
Presiden mengingatkan kepada Menteri, karena pemerintah fokus pada infrastruktur dan investasi, maka 65% anggaran seharusnya diarahkan semuanya kesana.
Yang lain, lanjut Presiden, mungkin tidak dapat, tidak apa-apa, pelayanan saja.
“Di dinas, Bapak/Ibu semua juga sama. Kalau ada yang tanya dinas, lho Pak tahun ini kita tidak dapat kenaikan? Enggak usah , kamu pelayanan saja,” tegas Presiden Jokowi.
Presiden Jokowi meyakini, dengan fokus di prioritas dan memasukkan semuanya di situ maka hasilnya akan nampak nanti. Tapi kalau mengulang-ulang dan rutinitas dikerjakan terus, Presiden meminta agar lupakan hasilnya. (cong/setkab)

















