MUBA, fornews.co—Sebanyak 35.080 dosis vaksin siap diberikan kepada masyarakat di Kabupaten Musi Banyuasin, Sumatera Selatan.
“Rinciannya, yakni vaksin Sinovac 1228 vial (12.280 dosis), vaksin Astra zaneca 2000 vial (20.000 dosis), dan vaksin Moderna 200 vial (2.800 dosis),” urai Kepala Dinas Kesehatan Muba, dr Azmi Dariusmansyah, Selasa (3/8/2021).
Dijelaskan, vaksin Sinovac digunakan untuk masyarakat umum, usia 12 tahun ke atas dan diprioritaskan untuk vaksin dosis kedua.
Sedangkan Astra Zaneca dosis pertama untuk usia di atas 17-50 tahun.
Kemudian, vaksin Moderna akan diberikan ke tenaga kesehatan di fasyankes sebagai vaksin booster.
“Nah, untuk pelaksanaan vaksinasi Moderna disesuaikan dengan kesiapan dari fasyankes dalam pemberian vaksin ke tenaga medis,” ujar dr Azmi.
Sejak Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) level IV di Kabupaten Musi Banyuasin, pemerintah setempat terus melakukan pencegahan dan penanganan wabah Covid-19.
Pencegahan juga dilakukan oleh Dinas Perdagangan dan Perindustrian bersama Dinas Kesehatan Pemkab Muba di Pasar Randik, Sekayu.
Dari hasil tracking ke pedagang dan pengunjung Pasar Randik melalui swab test, petugas menemukan tiga orang positif Covid-19.
Namun, ketiga yang positif Covid-19 itu dari luar pasar Randik.
“Dari hasil swab sebanyak 14 orang pedagang pasar hasilnya negatif, terdapat 3 orang dengan hasil positif tetapi bukan dari pedagang, melainkan dari luar pedagang pasar Randik,” ungkap Kadisdagperin Muba, Azizah.
Tracking itu, sambung Kadisdagperin Muba, berdasarkan instruksi Bupati Dodi Reza Alex Noerdin agar dilakukan swab antigen bagi para pedagang pasar dan pengunjung pasar.
Swab antigen itu untuk mengantispasi penyebaran virus Covid-19 sekaligus menekan angka kasus terkonfirmasi di Muba.
Kadisdagperin Muba itu menyampaikan tracking swab antigen bagi pedagang pasar akan kembali dilanjutkan pada 5 Agustus 2021.
“Sekaligus melakukan vaksinasi kepada para pedagang,” katanya.
Terpisah, Bupati Muba Dodi Reza Alex Noerdin, akan memprioritaskan melaksanakan vaksinasi lanjutan kepada para pedagang, khususnya di pasar tradisional.
“Seluruh pedagang harus disisir agar mendapatkan vaksin tambahan,” tegas Bupati Muba.
Menurut Kepala Daerah inspiratif dan inovatif itu, diprioritaskannya para pedagang pasar tradisional karena mereka tetap beraktivitas meski sedang PPKM.
“Pedagang pasar tradisional inikan tetap beraktivitas untuk mencari nafkah. Jadi ini harus prioritas,” pungkasnya. (adam)
















