PALEMBANG, fornews.co – Proyek pemasangan jaringan gas (Jargas) di wilayah Seberang Ulu Palembang yang ditargetkan selesai pada 31 Desember 2018 kemarin, di 5 Kelurahan dan 4 Kecamatan, justru terkesan mandek (terbengkalai).
Pantauan di lapangan (Jalan A Yani serta Jalan Pangeran Ratu Kecamatan Jakabaring), Selasa (08/01), tidak terlihat pekerja pemasangan pipa penyaluran gas ke rumah warga. Pipa berwarna kuning dengan berukuran sedang ini pun nampak diletakkan di bahu jalan dengan bekas galian yang hanya ditimbun tumpukan tanah sekedarnya yang membentuk seperti gundukan.
Rahmat salah satu pedagang di wilayah Jalan A Yani berkata bahwa, galian ini sudah lama tidak dikerjakan dan bekas galian hingga pipa induk dibiarkan. Ia mengakui bahwa, bekas galian tersebut kerap menyulitkan apabila terjadi hujan dan tidak ada lagi lahan parkir kendaraan.
“Mungkin lebih dari dua minggu seperti ini (dibiarkan) pak. Kami harap bisa diselesaikan secepatnya karena galian ini juga apabila hujan terjadi genangan air, sehingga untuk parkir kendaraan orang yang mau beli jadi susah,” eluhnya.
Sementara, Kabag Pembangunan Setda Kota Palembang, Zuriyati mengatakan, saat ini pengerjaan Jargas di Sektor 2,3 dan 4 pipa distribusi sudah selesai 100%, sedangkan di sektor 1 di wilayah Jakabaring dan Kelurahan Tuan Kentang baru 24%.
“Total ada 4.315 SR jumlah yang bakal mendapatkan sambungan Jargas. Masih ada sektor wilayah yang belum kelar. Kita juga ada penambahan waktu 50 hari dari pihak Kementrian ESDM setelah anggaran selesai. Jadi kemungkinan selesai bisa pertengahan Februari 2019 mendatang,” jelas Zuriyati.
Dari 4 Kecamatan di wilayah Seberang Ulu Palembang, hanya Kecamatan Kertapati yang belum mendapat sambungan Jargas. Sedangkan wilayah kelurahan yang mendapat sambungan, antara lain 16 Ulu, Plaju Ulu, 5 Ulu dan Tuan Kentang.
Ia mengakui, bahwa salah satu keterlambatan pemasangan lantaran Palembang menjadi tuan rumah event olahraga terbesar di Asia, yakni Asian Games.
“Pengerjaannya ini ada yang dijalan Nasional, Provinsi hingga jalan kota. Jadi kita tidak boleh sembarangan menggali, karena akan menggangu arus lalu lintas,” imbuhnya.
Terkait tidak adanya petugas lapangan yang bertugas, Zuriyati menanggapi bahwa yang mengerjakan adalah pihak ketiga. Saat dikonfirmasi ke pihak kontraktor pekerja lapangan yakni Humas PT Torindo Utama Sakti tidak ada tanggapan baik dikonfirmasi via telp maupun jejaring sosial lainnya.
Galian Jargas di wilayah Seberang Ulu Jalan A Yani Palembang nampak terbengkalai dan tidak ada satupun pekerja lapangan bertugas. (ist)

















