PALEMBANG, fornews.co – Menelan kekalahan telak 2-6, Pelatih PS Keluarga USU Yudha Hendrawan akui anak asuhnya kalah pengalaman dari Sriwijaya FC.
“Sore ini kami bisa petik pelajaran lawan Sriwijaya FC. Apapun ceritanya hasil pertandingan ini, walau belum bisa dapat poin, kami dapat pelajaran berharga karena mayoritas pemain kami ini masih berusia 18 dan 19 tahun. Jujur saja, pemain kami belum bisa menandingi pengalaman para pemain Sriwijaya FC,” ujar Yudha pada post match press conference di Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring, Rabu (30/01) sore.
Diakui Yudha, faktor pengalaman yang berbeda di antara dua tim begitu terlihat di laga tadi. Bahkan saat timnya mendapat keuntungan dengan diusirnya Slamet Budiono di akhir babak pertama, tak mampu dimanfaatkan dengan baik untuk mengejar ketinggalan. Justru Sriwijaya yang mampu menambah 4 gol di babak kedua.
“Pemain kita belum bisa mengembangkan situasi pertandingan tadi. Mereka masih kurang cepat berpikir saat melawan 10 pemain. Tapi itu kemungkinan karena lawan yang kita hadapi juga punya nama besar,” tuturnya.
Menurut Yudha, sebelum menghadapi Sriwijaya di Palembang, memang ada target yang dipatok. Namun target itu bukan soal kalah atau menang berapa gol.
“Kami hanya menargetkan bisa bermain bagus dan lepas. Bisanya kami buat gol hari ini ya evaluasinya (jelang leg 2) fisik diperbaiki, dibagusi lagi menghadapi tim Sriwijaya FC yang dihuni pemain senior dan berpengalaman. Leg 2 tentunya harus kita maksimalkan sebagai tuan rumah,” tukasnya.
Sementara itu, kapten PS Keluarga USU M Tio Aditya mengatakan, semua pemain yang dipercaya turun oleh pelatih telah mengeluarkan kemampuan terbaik. Meski hasil pertandingan tidak sesuai harapan, namun dia dan rekan-rekan bangga bisa berhadapan dengan Sriwijaya FC.
“Pemain sudah memaksimalkan pertandingan tadi. Hanya saja kami cuma kalah pengalaman,” ujarnya. (ije)

















