BATURAJA, Fornews.co – Warga Desa Batu Winangun dan Baturaden, Kecamatan Lubuk Raja Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU), terus melakukan penolakan atas rencana penambangan batubara oleh PT Selo Argodedali di wilayah pemukiman mereka.
Kamis (13/09) lalu, warga Desa Batu Winangun dan Baturaden bersama warga desa yang ada di Kecamatan Lubuk Raja lainnya, tergabung dalam Aliansi Masyarakat Peduli Lingkungan Batumarta (AMPLB) melakukan aksi unjuk rasa, menolak penambangan batubara yang akan dilakukan di wilayah mereka.
Kemudian, pada Minggu (16/09) warga Desa Batu Winangun menutup akses masuk ke wilayah pertambangan PT Selo Argodedali. Sebuah portal yang terbuat dari kayu bertuliskan “Bukan Jalan Batubara” melintang menutup jalan masuk ke lokasi penambangan. Hingga Senin (17/09) ini, aksi yang dilakukan warga tersebut masih terus berlanjut.
Ipin, warga Desa Batu Winangun menyampaikan, penutupan akses jalan ke lokasi pertambangan batubara tersebut memang berdasarkan keinginan pemilik lahan yang didukung masyarakat lainnya.
“Jalan itu bukanlah jalan pemerintah, namun jalan tersebut adalah jalan warga, tanah yang digunakan sebagai jalan tersebut adalah tanah masyarakat, dan kami memiliki sertifikatnya,” ujarnya, saat dihubungi awak media, Senin (17/09).
Tokoh masyarakat yang akrab disapa Mang Ipin menerangkan, selama ini pihak perusahaan tidak pernah melakukan sosialisasi dan koordinasi kepada masyarakat terkait rencana penambangan yang akan dilakukan.
“Tahu-tahu alat berat sudah masuk dan lewat jalan kami tanpa permisi, tanpa izin. Padahal itu adalah jalan pribadi masyarakat, yang dibuat untuk memudahkan akses masyarakat ke kebun” terangnya.
Ipin menungkapkan, target dari penutupan akses jalan oleh masyarakat itu, tentu untuk membatalkan rencana penambangan batubara yang akan dilakukan oleh PT Selo Argodedali. “Penambangan batubara harus dibatalkan,” tegasnya.
Sementara, hingga berita ini diturunkan pihak perusahaan PT Selo Argodedali belum dapat dimintai keterangan, terkait penutupan akses jalan yang dilakukan warga Desa Batu Winangun tersebut. (gus)

















