PALEMBANG, fornews.co – Memtuskan pemberian suatu nama kepada anak kerap menjadi pertimbangan yang cukup panjang bagi sebagian orang. Karen kebanyakan orang berpendapat bahwa nama adalah doa.
Sembari menantikan kehadiran si buah hati, calon ayah dan ibu kerap kali berdiskusi bahkan tak jarang terjadi perdebatan dalam menentukan ma calon anak ini. Siapa yang tak ingin anaknya memiliki nama yang bagus begitupun makna dari nama itu sendiri.
Dilansir dari theasianparent.com, Minggu (14/06) pada prinsipnya ada tiga tahap utama dalam menentukan nama bayi, yaitu tahap eksplorasi, tahap penyempitan ide, dan tahap menentukan nama bayi. Ketiga tahapan ini sering kali dilakukan bolak balik.
Tapi tak jarang pula ketika sudah hampir menentukan nama bayi, ternyata muncul ide-ide baru lagi dan terus dieksplorasi lagi. Agar tidak pusing, fornews.co mencoba merangkum tips untuk mencari nama bayi.
1. Catatlah semua ide yang muncul di pikiran
Apapun yang terpikirkan, tulislah di sebuah kertas atau buku. Bila di kemudian hari muncul ide lain, lanjutkan catatan tersebut, sehingga kita memiliki daftar ide atau alternatif nama. Apakah ingin menyerupai nama tokoh terkenal? Misalnya dalam agama, nama selebritis, pemimpin negara, ilmuwan, dan sebagainya.
Atau apakah menginginkan nama yang benar-benar unik dan tidak berkaitan dengan apapun? Salah satu caranya adalah membuat singkatan dari nama ayah dan ibu.
Masih ingat nama anak Melly Goeslaw, yaitu Ale? Ternyata, Ale adalah singkatan dari “Anakku Lelaki”. Unik bukan?
Ingin dikaitkan dengan bulan kelahiran? Misalnya Agustin, Oktavia, Januar. Ada juga seorang dokter menamakan anaknya mirip dengan nama latin untuk bagian-bagian dari tulang belakang, tentunya unik juga dan bermakna untuknya.
2. Manfaatkan internet
Beruntunglah kita karena jaman sekarang sudah ada internet. Kita bisa menambah ide-ide nama yang sudah dibuat melalui pertanyaan-pertanyaan di atas dengan cara browsing sebanyak-banyaknya.
3. Mengganti sebagian huruf
Kita dapat mengganti sebagian huruf dari contoh-contoh nama yang sudah ada untuk mendapatkan nama baru yang unik.
4. Jangan terlalu panjang
Nama yang terdiri dari 4 kata sudah kepanjangan. Sebaiknya 2 atau 3 kata saja sudah cukup. Kata yang terakhir adalah nama keluarga, sehingga yang dicari hanyalah kata pertama dan kedua saja.
5. Pikirkan nama panggilan
Bila nama depan terdiri dari lebih dari 2 suku kata, pikirkan nama panggilan untuknya. Selain untuk memudahkan dalam penyebutan, hal ini juga bisa berdampak pada anak di kemudian hari, menjadi bahan ejekan misalnya.
6. Jangan memilih nama yang sulit diingat dan dilafalkan
Seorang psikolog bernama Adam Alter dari New York University mengungkapkan bahwa kita lebih menyukai nama yang lebih mudah dipahami oleh otak kita. Penelitian lain oleh Alter di tahun 2005 menemukan bahwa perusahaan dengan nama yang lebih sederhana dan logo tebal cenderung memiliki performa lebih baik di bursa saham. Hasil penelitian ini dapat kita kaitkan dengan nama anak dan masa depannya di sekolah dan di dunia kerja.
7. Jangan memiliki arti negatif dalam bahasa lain
Terkadang, nama yang sama dapat memiliki arti yang bertolak belakang pada bahasa lain. Berhati-hatilah agar tidak memilih nama dengan arti negatif.
8. Jelas laki-laki atau perempuan
Memberikan nama yang ‘feminin’ untuk anak laki-laki, atau sebaliknya untuk anak perempuan dapat memancing ledekan teman-temannya di masa sekolah. Di dunia pencarian kerja, sedikit banyak akan menyulitkan juga terutama untuk pekerjaan yang mensyaratkan gender tertentu.
9. Jangan mirip dengan kata berkonotasi negatif
Kita harus pikirkan juga agar nama anak kita sulit “diplesetkan” menjadi nama jelek yang menjadi bahan olok-olok di sekolah.
10. Nama berpengaruh pada rasa percaya diri anak
Bila anak tidak menyukai namanya, ia akan merasa kurang percaya diri. Sebaliknya, nama yang bagus akan membuatnya bangga atas dirinya. Nama adalah label untuk diri kita. Jadi pilihkanlah nama yang terbaik untuk anak-anak kita. (rif/*)

















