PALEMBANG, fornews.co – Kontingen Wadokai Sumsel keluar sebagai juara umum Kejuaraan Karate Terbuka Piala Jamak Udin Posai 2018. Pada kejuaraan yang berlangsung , 11-12 Agustus di Gedung Serbaguna Kecamatan Kertapati, Palembang tersebut, Wadokai Sumsel sukses mengumpulkan 15 keping emas, 13 perak, 24 perunggu.
Peringkat dua ditempati kontingen Inkado Sumsel dengan raihan, 7 emas, 2 perak, 9 perunggu, sedangkan posisi ke-tiga ditempati kontingen Forki Ogan Ilir yang meraih 4 emas, 2 perak, 7 perunggu.
“Alhamdulillah, saya sangat bangga dengan prestasi atlet-atlet Wadokai Sumsel. Hasil ini sesuai dengan harapan kita, walaupun memang ada beberapa kelas yang gagal meraih emas,” kata pelatih kepala Wadokai Sumsel, Adhy Guna, Minggu malam (12/8).
Atas pencapaian ini, Adhy Guna tidak serta merta merasa di atas angin. Ia tetap berpesan kepada para seluruh atlet agar berlatih secara berkesinambungan. “Untuk menjadi juara itu tidak mudah, tidak ada yang instan, tiba-tiba jadi juara. Semuanya ada proses. Jadi saya harapkan, setelah ini latihan tetap berjalan seperti biasa, jangan latihan hanya untuk kejuaraan,” tuturnya.
Sementara itu, Ketua Umum Wadokai Sumsel, Feroka Wathan mengaku turut berbangga hati dengan pencapaian ini. Dia berharap Wadokai Sumsel dapat mempertahankan prestasi ini di tahun depan.
“Terima kasih kepada seluruh atlet yang telah berjuang sehingga Wadokai bisa menjadi juara umum. Saya sangat bangga sekali, apa yang saya harapkan tercapai juga. Kepada jajaran pelatih juga saya ucapkan terima kasih banyak, tanpa ada pembinaan yang baik dari pelatih, tentunya belum tentu kita bisa menjadi yang terbaik,” tuturnya.
Di pihak lain, Ketua Dewan Pengurus Inkado Sumsel, Jamak Udin sekaligus menjadi tuan rumah mengucapkan terima kasih kepada seluruh atlet yang berpartisipasi pada kejuaraan yang pertama ini. Dia berjanji, kejuaraan semacam ini dilakukan setiap tahun.
“Ajang ini positif untuk menjalin silaturahmi para atlet dan perguruan karate di Sumsel. Lebih dari itu, kejuaraan ini sangat baik sekali untuk mengukur kemampuan atlet dan sebagai evaluasi hasil dari latihan selama ini. Jadi, insya Allah kejuaraan ini akan kita lakukan setiap tahun,” ungkapnya.
Sekadar informasi, kejuaraan ini diikuti sebanyak 450 atlet mulai usia dini hingga U-21, berasal dari 15 kontingen yang meliputi perwakilan kabupaten/kota, perguruan dan dojo (ranting) di Sumsel. (bas)

















