PALEMBANG, fornews.co – Sekurangnya ratusan rumah warga yang berada di Jalan KI Kemas Rindo, Gang Santai, Kelurahan Ogan Baru, Kecamatan Kertapati, Palembang, ludes dilahap si jago merah, Rabu (10/07) sekitar pukul 09.00 WIB.
Berdasarkan informasi yang berhasil dihimpun fornews.co, kebakaran hebat tersebut disinyalir berasal dari kompor gas dari salah satu rumah warga yang meledak. Udara panas serta rumah warga yang kebanyakan terbuat dari kayu tersebut, membuat api dengan cepat menjalar dan melahap ratusan rumah warga.
Belum lagi lokasi kebakaran yang sulit dijangkau mobil pemadam kebakaran dari Dinas terkait di Kota Palembang, sehingga proses pemadaman tidak dapat dilakukan dengan cepat. Api baru dapat dipadamkan sekitar pukul 13.00 WIB.
Adapun update terkahir dari tim Aksi Cepat Tanggap (ACT) Sumsel, akibat dari peristiwa tersebut, setidaknya 532 jiwa dari 131 kepala keluarga (KK) kehilangan tempat tinggal. Tim Emergency Response ACT Sumsel sendiri sudah ada di lokasi untuk membantu evakuasi para korban dan harta bendanya sejak siang tadi.
Diwa, salah satu staff yang semenjak siang sudah di lokasi mengatakan kebakaran tersebut menyasar 4 RT sekaligus. “Kejadiannya begitu cepat. Lokasi kebakaran kira-kira 100 meter dari jalan akses utamanya. Lokasi agak ke dalam,” imbuhnya.
Ia juga mengungkapkan, sejauh ini belum tersedia dapur umum dan tenda pengungsian di lokasi kejadian. “Pemadaman juga baru selesai. Meski begitu, hari ini juga kita dirikan posko utama bantuan ACT di RT 26,” ujar Diwa.

Ardiansyah, Branch Manager ACT Sumsel mengatakan, tim Emergency Response ACT mulai hari ini akan membuka posko bantuan di lokasi guna membantu meringankan bantuan untuk penyintas kebakaran diempat RT Kelurahan Ogan Baru, Kertapati, Palembang ini.
Menurut Adi, bantuan seperti makanan, pakaian, selimut, handuk, sendal, diapers, pembalut wanita sangat dibutuhkan oleh warga saat ini.
“Tim relawan ACT sudah ada di lokasi melakukan proses evakuasi dan segera penyaluran makanan siap saji sore ini. Kami sambil membawa sejumlah kebutuhan emergency untuk para korban, insya Allah hingga sepekan ke depan,” imbuhnya.
Sementara Camat Kertapati, Dwi Yudiansyah mengatakan, pihaknya masih mendata warga terdampak kebakaran, namun dipastikan tidak ada korban jiwa dalam kebakaran tersebut.
Menurutnya, sementara waktu para korban kebakaran mengungsi ke keluarga terdekat yang tidak terdampak. Pemkot Palembang, sendiri melalui Dinas Sosial tetap mendirikan posko darurat sebagai penanganan pertama para korban
“Kebakaran melanda RT 26 dan 28, untuk jumlah kepala keluarga masih dihitung,” kata Dwi. (irs)
















