PALEMBANG, fornews.co – Pengprov Persatuan Soft Tenis Indonesia (Pesti) Sumatra Selatan resmi menjadi anggota ke-53 KONI Sumsel.
Wakil Ketua Umum I KONI Sumsel Dhennie Zainal meminta Pengprov Pesti mulai bekerja untuk melakukan pembinaan guna melahirkan atlet berbakat yang kelak bisa menjadi andalan Sumsel. Sosialisasi dari cabor soft tenis pun harus gencar dilakukan di kabupaten/kota.
“Selamat bekerja dan semoga soft tenis bisa menjadi andalan Sumsel nantinya,” ucapnya pada Rakor KONI di Baturaja, Minggu (09/12).
Cabor soft tenis, kata Dhennie, menjadi salah satu dari lima cabor yang diusulkan masuk dalam Porprov di Prabumulih tahun 2019. KONI, Pengprov dan tuan rumah bakal membahasnya secara khusus dalam waktu dekat ini.
“Jadi ada lima cabor yang masuk usulan supaya dipertandingkan di Porprov Prabumulih 2019. Itu akan kita bahas lagi dalam waktu dekat,” ujarnya.
Sementara itu, Kabid Organisasi Pesti Sumsel Marhendra Heradi mengatakan, pihaknya telah terjun ke kabupaten/kota beberapa bulan terakhir untuk mensosialisasikan cabor soft tenis ini. Saat ini, Pengcab Pesti Lahat, Lubuklinggau, Musi Banyuasin, Lahat, OKU, Muara Enim dan Palembang sudah terbentuk. Sehingga syarat minimal untuk dimainkan di Porprov sudah terpenuhi.
“Sebenarnya kita mau menjelaskan lebih rinci saat Rakor KONI Sumsel di Baturaja, tapi terkendala waktu. Mungkin dilain kesempatan,” tuturnya.
Bendahara Pesti Sumsel Bakhti Prawira menambahkan, meski Pengprov Pesti ini baru dilatik, tapi sebenarnya cabor soft tenis bukanlah pendatang baru. Bahkan sebelumnya atlet Sumsel telah sempat turun di Kejurnas di Jakarta dan berhasil menyabet empat medali perunggu.
“Artinya atlet kita punya potensi. Jika terus dilatih maka bisa meraih medali emas di event lainnya. Sekarang kita ada 15 atlet binaan yang punya potensi,” terangnya. (ije/ril)

















