Resmikan Desa Mart, Bupati OKI Inginkan DD Berimplikasi terhadap Perekonomian Masyarakat

Bupati OKI, H Iskandar SE, saat meresmikan Desa Mart di Desa Tanjung Serang, Kecamatan Kayuagung, Kabupaten OKI, Selasa (27/11). (foto : fornews.co / Riyan Fahrizal)

KAYUAGUNG, fornews.co – Bupati Ogan Komering Ilir (OKI), H Iskandar SE menginginkan agar Dana Desa (DD) dapat berimplikasi langsung terhadap perekonomian masyarakat desa.

Dijelaskannya, pemanfaatan dana desa ini misalnya bisa berupa dalam pembangunan jalan. Dalam pembangunan ini, jika di desa tersebut ada tambang pasir, pasirnya bisa dibeli dari masyarakat yang ada di desa, termasuk bata dan pekerjanya.

“Maka dampaknya daya saing, dan daya beli desa naik. Dengan daya beli yang tinggi, desa akan berdaya dan mandiri dengan demikian visi mewujudkan OKI Mandira akan cepat terpacapai,” ujarnya¬†usai meresmikan Desa Mart di Desa Tanjung Serang, Kecamatan Kayuagung, Kabupaten OKI, Selasa (27/11).

Bahkan, dirinya berujar agar tidak dibawa (dimanfaatkan) ke luar desa. “Dana Desa harus beredar di desa kalau bisa jangan dibawa keluar agar masyarakat merasakan,” katanya.

Terkait kehadiran Desa Mart ini, Iskandar sangat mengapresiasi apa yang dilakukan oleh masyarakat Desa Tanjung Serang ini. Menurutnya, ini dapat memajukan dan membangkitkan ekonomi di desa.

“Inovasi seperti ini haruslah ditularkan ke desa-desa lain membantu mendongkrak ekonomi desa serta menjaga daya beli masyarakat. Saya sangat mengapresiasi,” jelasnya.

Sementara itu, Camat Kayuagung, Dedi Kurniawan SSTP menambahkan, Desa Mart ini didirikan untuk membantu atau memudahkan masyarakat dalam mendapatkan bahan pokok dengan harga yang murah, khususnya untuk warga yang kurang mampu.

Salah satunya, melalui Desa Mart ini warga setempat khususnya kaum ibu rumah tangga bisa mendapatkan beras kualitas medium dengan harga yang relatif murah, yaitu sebesar 8.500 rupiah saja perkilo gram.

“Jadi kita ingin menjaga jangan ada kesenjangan di masyarakat desa ini sehingga harga bahan pokok mudah di dapat dan terjangkau,” kata Dedy.

Selain itu, beras murah dengan kualitas baik tersebut didapat dari hasil petani lokal (OKI) yang dikelola oleh Toko Tani dibawah binaan Dinas Ketahanan Pangan, Ketahanan Pangan dan Holtikultura Kabupaten OKI.

Agar tepat sasaran dan menghindari penimbunan oleh tengkulak, warga penerima program desa mart diberi kartu belanja yang harus dibawa ketika berbelanja di Desa Mart. Setiap pembeli dibatasi 5 kg perpekan. Jika melibihi batas 5 kg, maka kartu tidak dapat dipakai.

“Jadi ini upaya agar tepat sasaran kepada keluarga berpenghasilan rendah saja. Kita batasi 5 kg perpekan, lebih dari itu tidak bisa beli disini,” pungkasnya. (rif)

Loading...