PALEMBANG, fornews.co – Meski belum diberlakukannya Omnibus Law, saat ini banyak tenaga kontrak yang sudah dipecat. Lantaran, adanya revolusi teknologi 4.0.
Hal ini disampaikan oleh Sekretaris Federasi Serikat Pekerja Rokok Tembakau, Makanan dan Minuman atau FSB-RTMM, Nanang Setyawan saat ditemui usai aksi penolakan Omnibus Law di DPRD Sumsel, Rabu (11/03).
“Banyak sudah tenaga kerja kontrak terutama di perusahaan makanan dan minuman di Sumsel ini yang sudah dipecat dengan alasan revolusi teknologi 4.0,” katanya.
Revolusi ini dimana para tenaga kerja kontrak digantikan dengan teknologi robot. Sehingga, tenaga kerja kontrak tidak lagi digunakan. Kondisi ini tentunya mengkhawatirkan kondisi tenaga kontrak terutama di Sumsel. Apalagi, jika Omnibus Law diberlakukan.
“Karena itu, kami sangat menolak dan kami akan mengupayakan aksi-aksi penolakan,” tegasnya.
Ia menambahkan, aksi yang dilakukan hari ini merupakan sebagian dari perusahaan makanan dan minuman di Sumsel. Dimana, tercatat total pekerja yakni sebanyak 20 ribu orang, sedangkan yang turun hari ini hanya 2 ribu orang yang terdiri dari perusahaan Interbis, Indofood dan perusahaan lainnya.
Para pekerja yang ikut aksi ini tentunya sudah memiliki izin dari perusahaan mengingat kekhawatiran ini bukan hanya melanda para pekerja buruh melainkan juga direktur hingga helper karena masa depan mereka juga terancam.
“Kami secara baik-baik menyampaikan izin terkait penolakan ini kepada perusahaan,” ujarnya.
Dijelaskannya, yang menjadi kekhawatiran diberlakukannya Omnibus Law yakni ada 9 poin di antaranya upah sektoral dihilangkan, pesangon dikurangi, TKA bebas bekerja di Indonesia. PHK dipermudah, serta tidak ada sanksi pidana untuk perusahaan.
“Ini sangat merugikan para pekerja. Akibatnya, perusahaan akan semena-mena menindas para pekerja,” terangnya.
Karena itu, pihaknya menolak diberlakukannya Omnibus Law. Jika penolakan ini tidak disetujui maka pihaknya akan mengadakan aksi yang lebih besar lagi. Bayangkan, jika RUU ini diberlakukan maka pensiunan akan dibayar hanya 8 kali gaji. Bagaimana nantinya masa depan para pegawai.
“Kami akan terus berjuang menolak Omnibus Law,” teriaknya. (lim)
















