JAKARTA, fornews.co – Ketua KPU RI Arief Budiman mengungkapkan, pada hari H penyelenggaraan Pemilihan Umum (Pemilu) baik Legislatif maupun Pilpres 2019 masih terdapat 2.209 Tempat Pemungutan Suara (TPS) di 18 kabupaten/kota di Indonesia mengalami penundaan pencoblosan surat suara.
“Penundaan yang terjadi, sebagian besar karena ada keterlambatan distribusi logistik, bencana alam seperti banjir di Jambi, dan puting beliung,” ujarnya saat menggelar konferensi di Hotel Ritz Carlton Mega Kuningan, Jakarta, Kamis dini hari.
Menurutnya, jumlah TPS yang tertunda melakukan pencoblosan itu meliputi, Kota Jayapura 702 TPS, Banyuasin 445, Banggai 391, Intan Jaya 288, Kabupaten Yahukimo 155, Nias Selatan 113, Jambi 24, Tolikara 24, Kutai Barat 20, Berau 11, Waropen 11, Kutai Kertanegara 8, Keerom 6, Mahakam Hulu 4, Jaya Wijaya 3, Bintan 2, Kabupaten Jayapura 1, dan Pegunungan Bintang 1 TPS.
“Angka ini (2.209 TPS) kalau dipersentasekan mencapai 0,28% dari jumlah TPS yang kita sebar di penjuru tanah air yakni 810.193 TPS,” katanya.
Ia juga menyampaikan, berdasarkan data yang masuk hingga pukul 22.45 WIB aplikasi Situng (Sistem Informasi Penghitungan) suara menerima hasil scaning formulir C1 untuk dalam negeri mencapai 14.547 dan luar negeri 49 atau setara 1,7%.
“Tentunya ini terus bergerak seiring masih dilakukannya penghitungan di TPS,” katanya.
Sementara, berdasarkan pengamatan pihaknya terkait partisipasi pemilih di beberapa TPS yang dinilai cukup antusias dan berharap mampu mencapai angka yang ditargetkan yakni 77,5%. (ars)

















