KAYUAGUNG, fornews.co – Seperti tak ada habisnya, permasalahan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kayuagung, Ogan Komering Ilir (OKI), masih terus terjadi. Kali ini, masalah yang mencuat adalah isu terkait honor atau tunjangan para tenaga medis yang tidak dibayarkan sejak beberapa bulan terakhir.
Bahkan, informasi yang dihimpun dari salah seorang tenaga medis setempat mengatakan tunjangan jasa medis terakhir diterimanya pada Mei 2018 lalu. Isu ini juga bahkan telah menjadi pembicaraan di media sosial Facebook masyarakat Kabupaten OKI.
Terkait hal ini, Direktur RSUD Kayuagung, dr Fikram membenarkan ada keterlambatan pembayaran tunjangan para medis tersebut. Menurutnya, hal ini bukanlah kesengajaan dari pihak RSUD Kayuagung melainkan ada kendala tersendiri yang dihadapi oleh RSUD ini.
“Kalau duit tidak ada, bagaimana mau membayar, saat ini RSUD tidak memiliki dana, semua klaim tidak ada dibayar, jadi dari mana dana kami,” katanya.
Sementara itu, menanggapi hal ini, Ketua Komisi IV DPRD OKI, Antoni didampingi anggota Komisi IV lainnya, Efredi Julianto mengatakan, pihaknya akan segera memanggil pihak RSUD Kayuagung termasuk pihak Dinas Kesehatan Kabupaten OKI. Menurutnya, hal ini sangat disesalkan, pasalnya enam bulan tersebut bukanlah waktu yang singkat.
“Kami sangat menyesalkan hal itu bisa terjadi, bagaimana nasib para medis. Nanti akan panggil (pihak RSUD Kayuagung dan Dinkes OKI) dan coba untuk mengkomunikasikan permasalahan ini termasuk pihak BPJS Kesehatan untuk menyelesaikan permasalahan ini,” katanya, Rabu (28/11).
Nanti, lanjut Antoni, DPRD OKI akan meminta klarifikasi terkait bagaimana hal seperti ini bisa terjadi. “Akan kita lihat apa kendala sebenarnya sehingga masalah ini bisa muncul,” pungkasnya. (rif)

















