JAKARTA, fornews.co – Manajemen RSUD Sekayu mengajukan permohonan menjadi rumah sakit jejaring layanan jantung terpadu RS Jantung Harapan Kita, Jakarta.
“Dalam rangka mewujudkan pelayanan jantung terpadu di Kabupaten Musi Banyuasin, kami mengajukan permohonan rekomendasi dari RS Pusat Jantung Nasional (PJN) Harapan Kita Jakarta agar RSUD Sekayu dapat ditetapkan menjadi RS Jejaring Layanan Kardiovaskular di wilayah kerja Provinsi Sumatra Selatan,” ujar dr Makson saat menemui jajaran manajemen RS Jantung Harapan Kita, Selasa (16/3/2021).
Makson menyampaikan, RSUD Sekayu telah memiliki SDM yang berlisensi dan kompeten untuk terlibat dalam operasi jantung terbuka yakni 2 dokter spesialis BTKV(K) dan 1 dokter spesialis jantung dan pembuluh darah.
“Kemudian kami juga memiliki 3 dokter spesialis bedah umum, 3 dokter spesialis anastesi, 4 dokter umum asistensi jantung, dan 5 perawat spesialisasi jantung,” terangnya.
Sementara itu, Direktur Utama RS Jantung dan Pembuluh Darah Harapan Kita, dr Iwan Dakota sangat mengapresiasi Bupati Muba Dodi Reza Alex serta pimpinan RSUD Sekayu yang sangat komitmen memberikan pelayanan kesehatan khususnya kesehatan jantung untuk warga Sumsel.
“Kenapa tidak kita jadikan pusat jejaring kardiovaskular nasional, pemikiran ini bergulir dan akan didiskusikan dengan Kementerian Kesehatan. Sepertinya akan mendapatkan persetujuan untuk menjadi jejaring kita. Kalau menjadi jejaring kardiovaskular nasional tentu kita akan mempunyai kewajiban untuk melakukan pendampingan sampai RSUD Sekayu bisa melakukan pelayanan kardiovaskular yang mandiri,” kata Iwan.
Menurut Iwan, apa yang dilakukan Pemkab Muba melalui RSUD Sekayu dapat menjadi percontohan sehingga dapat memicu RSUD tingkat kabupaten di seluruh Indonesia memberikan pelayanan masyarakat lebih baik lagi.
“Program pembinaan dari RS Jantung Harapan Kita sebagai pusat jantung nasional ke RSMH di level provinsi dan level kabupatennya yaitu RSUD Sekayu. Dengan dukungan dari Pemkab dan Bupati Dodi, saya yakin dan optimis ini dapat berkembang dengan baik,” tuturnya.
Terpisah, Bupati Muba Dodi Reza Alex menyebutkan, kesehatan dan sarpras rumah sakit yang lengkap menjadi konsen utama dirinya sejak mulai memimpin di Bumi Serasan Sekate.
“Bukan hanya penyintas jantung, namun sejak 2017 Pemkab Muba telah merealisasikan asuransi kesehatan UHC yang mengcover seluruh warga masyarakat prasejahtera di Muba untuk mendapatkan pelayanan kesehatan gratis yang mana anggarannya dibebankan ke APBD Muba,” tutur Dodi.
Saat ini, lanjut Dodi, Pemkab Muba pada tahun anggaran 2021 ini tengah melakukan peningkatan gedung Rumah Sakit Umum Daerah Sekayu dengan membangun gedung Penunjang Medik empat lantai dan penambahan gedung rawat untuk meningkatkan pelayanan kepada masyarakat.
“Ini juga bagian dalam rangka terus meningkatkan pelayanan kesehatan di Muba, dan Insyaallah November 2021 target kami peningkatan gedung RSUD Sekayu selesai dan pelayanan lebih maksimal lagi,” ujarnya.
Dodi menambahkan, dengan mengusulkan RSUD Sekayu menjadi RS Jejaring Layanan Jantung Terpadu di RS Kabupaten akan lebih memaksimalkan lagi pelayanan RSUD Sekayu di bidang kesehatan jantung.
“Ini semata-mata demi masyarakat Muba,” pungkasnya. (ije)

















