SEKAYU, fornews.co – Direktur RSUD Sekayu dr Makson Parulian Purba menegaskan hingga saat ini tidak ada petugas medis yang menolak menangani pasien COVID-19. Seluruh dokter dan perawat hingga tenaga pendukung lainnya tetap berkomitmen memberikan yang terbaik dalam penanganan pandemi virus Corona ini.
“Kalau ada yang menolak kerja shift silakan ajukan ke direktur dan akan dirumahkan. Sampai saat ini tidak ada yang berani menolak giliran piket di RSUD. Kalau ada yang berani bawa beking, bekingnya saya marahi. Ini sedang perang melawan COVID-19. Siapa yang coba melakukan pembangkangan, berhenti,” tegas Makson, Minggu (26/04).
Menurut Makson, tidak ada ruang bagi personel RSUD Sekayu maupun relawan yang malas-malasan dalam penanganan COVID-19. Mereka yang menunjukkan gejala malas-malasan akan dirumahkan agar tidak merusak semangat personel lainnya.
Bahkan sebagai upaya memberikan perlindungan bagi tenaga medis maupun masyarakat di sekitar tempat tinggal mereka, sesuai instruksi Bupati Muba Dodi Reza Alex, semua tenaga medis yang berada di garda terdepan penanganan COVID-19 diberikan fasilitas akomodasi berupa mess di rumah sakit maupun wisma atlet Sekayu.
“Penyediaan mess dengan fasilitas pendukung lainnya selain bentuk apresiasi kepada tenaga kesehatan juga mengurangi kekhawatiran keluarga dan masyarakat sekitar tempat tinggal mereka yang beranggapan para tenaga medis akan menularkan atau membawa virus ke rumah,” kata Makson.
Selain itu, terang Makson, insentif khusus juga diberikan Pemkab Muba kepada para tenaga medis. Selain itu santunan juga disediakan bagi petugas yang terinfeksi virus Corona. Bahkan bila ada yang gugur dalam tugas, Pemkab Muba juga menyiapkan santunan kematian.
“Semuanya diikutkan asuransi Jamsostek (BPJS Ketenagakerjaan). Bila mereka tertular akan dibiayai pengobatannya sampai sembuh,” ujar Makson.
“Jadi pegawai RSUD Sekayu diproteksi baik sebelum mereka kena ataupun kena (virus Corona). Mereka mendapat jaminan dan tidak akan ditelantarkan. Kita adalah satu-satunya di seluruh Indonesia yang memiliki jaminan lengkap bagi tenaga kesehatan dalam perang menghadapi COVID-19 ini,” imbuhnya.
Makson juga menerangkan update kesiapan RSUD Sekayu dalam penanganan COVID-19. Menurutnya, penanganan COVID-19 di RSUD Sekayu dilakukan secara terukur. Pertama, RSUD Sekayu langsung menyiapkan RS darurat layanan COVID-19 dengan 4 tempat tidur ruang isolasi negatif terdiri dari 2 tempat tidur dengan fasilitas alat medis mendekati ICU dengan ventilator serta 2 tempat tidur isolasi yang tidak ada ancaman gagal napas. Kedua, RSUD Sekayu menyiapkan ruang perawatan dengan 28 tempat tidur. Ketiga, RSUD Sekayu menyiapkan 4 tidur tambahan untuk ruang transisi sebelum masuk RS COVID-19. Keempat, merencanakan laboratorium yang dapat melakukan pemeriksaan rapid test antibodi atau PCR swab agar deteksi pasien COVID-19 lebih cepat diketahui.
“Lalu kami juga menyiapkan radiologi dan lab hematologi khusus buat pasien-pasien yang memiliki faktor risiko COVID,” tuturnya.
Makson menegaskan, tujuan dari penyiapan fasilitas khusus ini agar sarana dan prasarana yang ada di RSUD Sekayu terpisah dari yang digunakan untuk penanganan COVID-19 sehingga meminimalkan risiko penularan dari pasien faktor risiko ke tenaga kesehatan ataupun pasien lainnya.
“Untuk fasilitas RS yang tidak langsung melayani COVID dilakukan usaha pencegahan dengan melaksanakan protokol kesehatan dan APD yang sesuai dengan Program Pencegahan dan Pengendalian Infeksi di RSUD Sekayu. Apabila ada risiko COVID, maka APD yang digunakan sesuai dengan standar PPI (Pencegahan dan Pengendalian Infeksi) dalam menghadapi COVID,” ujar Makson.
Makson menambahkan, untuk seluruh pegawai RSUD Sekayu telah menjalani training tentang COVID-19 agar mereka paham dan bersikap benar dalam menghadapi COVID-19. Untuk kebutuhan tenaga medis dan tenaga kesehatan di RS darurat, dilakukan perekrutan baru serta dilakukan training khusus agar mereka juga siap menghadapi COVID.
“Dengan adanya lonjakan pasien COVID-19, dibuat penugasan perawat RSUD Sekayu yang dianggap skill-nya terampil secara bergiliran ditugaskan untuk mentor pegawai baru di rumah sakit COVID agar akselerasi skill pegawai baru meningkat dengan cepat. Harapan lainnya adalah memberikan pengalaman menghadapi COVID bagi perawat yang diperbantukan di RS COVID. Jadi apabila Muba menjadi zona merah dan episentrum COVID maka tenaga kesehatan di RSUD Sekayu siap karena sudah banyak yang berpenglaman, sehingga tidak panik,” tukasnya. (ije)

















