SEKAYU, fornews.co – Dua pasien penyakit jantung kembali berhasil menjalani operasi di RSUD Sekayu, Sabtu (27/2/2021). Mereka adalah Efran Royto Hutasoit (4) warga Kecamatan Bayung Lencir dengan diagnosa ventricular septal defect (VSD), dan M Miqail Al Khatiri (10) asal Kelurahan Talang Bubuk, Kecamatan Plaju, Palembang dengan diagnosa artial septal defect (ASD).
Direktur Utama RSUD Sekayu, dr Makson Parulian Purba mengatakan, kesuksesan setiap operasi jantung yang dilakukan di RSUD Sekayu tak lepas dari dukungan penuh Bupati Muba Dodi Reza Alex yang terus meningkatkan sarana prasarana serta fasilitas di rumah sakit milik Pemkab Muba ini.
“Kita patut apresiasi upaya yang telah dilakukan Bupati dan tim dokter demi keselamatan dan kesehatan yang tidak hanya bisa dirasakan masyarakat Muba tetapi juga seluruh masyarakat Sumatra Selatan,” ujar Makson.
Bupati Muba Dodi Reza Alex mengucapkan selamat kepada tim dokter serta turut mendoakan kedua pasien agar segera sembuh.
“Semoga lekas sembuh dan bisa berkumpul dengan keluarga serta beraktivitas dengan normal,” katanya.
Dodi menambahkan, kesuksesan setiap operasi jantung terbuka menempatkan RSUD Sekayu sebagai pusat operasi jantung di Sumsel.
“Dengan sarana dan prasarana serta tim medis yang dimiliki RSUD Sekayu, Insyaallah bisa mengakomodir pelaksanaan operasi jantung terbuka,” pungkasnya.
Sementara itu, dokter spesialis bedah jantung RSUD Sekayu, dr Gama Satria saat dikonfirmasi awak media menyebutkan operasi jantung kali ini adalah yang ke-9 dan ke-10.
“Total sudah 10 pasien operasi jantung yang dilakukan di RSUD Sekayu. Operasi dimulai pukul 10.30 WIB dan selesai pukul 16.00 WIB,” terang dr Gama.
Menurut Gama, operasi yang berjalan kurang lebih lima jam tersebut berjalan lancar dan sukses.
“Alhamdulillah kita kembali berhasil melaksanakan operasi jantung terbuka kali ini. Keberhasilan ini karena didukung dengan fasilitas yang lengkap dan tim dokter yang mumpuni,” katanya.
Tim dokter yang melaksanakan operasi tersebut terdiri dari dr Bermansyah, dr Gama Satria, dr Ahmad Umar, dr Heru, dan dr Ihsan Affandi. (ije)

















