BATURAJA, fornews.co – Keberadaan handphone (Hp) di kalangan warga binaan Rumah Tahanan Negara (Rutan) atau Lembaga Pemasyarakatan (Lapas), dianggap kerap disalahgunakan oleh (warga binaan). Seperti pengendalian transaksi narkoba dari dalam Rutan/Lapas.
Guna mengantisipasi hal demikian, setiap Rutan/Lapas ditekankan dapat membersihkan khususnya kepemilikan Hp oleh warga binaannya. Oleh karenanya, Rutan Baturaja memberlakukan sanksi bagi orang-orang yang menjalani hukuman berupa tidak diberikannya hak-haknya di antaranya, pengurangan masa tahanan dan masuk ruang isolasi.
Kepala Rutan Baturaja, Herdianto menyampaikan, pihaknya tidak akan mentolelir lagi bagi warga binaan yang melanggar kepemilikan Hp apalagi sampai penyalahgunaan narkoba dan pungli, atau disingkat (Halinar). Sebisa mungkin, di Rutan yang dipimpinya zero Halinar.
“Memang tidak mudah menerapkan hal tersebut. Butuh ketegasan, serta penindakan terhadap pelanggar bahkan juga bagi petugas dengan mental (negatif),” ujar Herdianto, Rabu (15/08).
Lanjutnya, sanksi bagi napi pelanggar Halinar, selain pencabutan hak-haknya dan diisolasi, ada juga pemindahan ke Unit Pelaksana Teknis (UPT) lain.
“Sudah ada yang kita pindahkan ke UPT lain karena kedapatan menyimpan HP. Tanggal 9 Agustus lalu, tujuh orang kita pindahkan ke Muaradua. Sebelumnya, kita juga kirim enam orang ke Prabumulih. Sampai nangis orang tuanya minta tidak dipindah. Tapi tindakan ini harus kita tegakkan,” tegas Herdianto.
Dalam kesempatan ini, ia mengimbau bagi warga yang membesuk anggota keluarganya di Rutan Baturaja, harus menjalankan komitmen tersebut. Termasuk kalangan pegawai Rutan. Untuk komunikasi, pihaknya telah menyediakan warung telpon (Wartel) di dalam Rutan yang bisa dipergunakan napi menghubungi kekuarganya.
“Warga binaan yang mau menggunakan sarana telekomunikasi itu digilir per kamar. Waktunya diberikan 10 menit. Batasnya sampai jam 16.00 WIB. Karena jam segitu sudah waktunya masuk kamar (waktu sore),” paparnya.
Tentu saja, komunikasi dimaksud tetap dalam pantauan pihaknya. “Jam berapa dia nelpon, kemudian menghubungi siapa dll, kita catat,” tukas Herdianto. (gus)

















