PALEMBANG, fornews.co – Sampah merupakan persoalan yang sulit ditanggulangi Pemerintah Kota Palembang. Meski berbagai program menyangkut pembersihan sampah digalakkan, namun tetap saja tidak teratasi.
Pantauan di kawasan Pasar Sekanak Palembang, Kamis (17/01), tampak tumpukan sampah yang menebar aroma menyengat. Sampah ini juga mencemari anak sungai Musi, yang ada di sekitar Pasar Sekanak sampai sungai Ambidaro (destinasi wisata air Kota Palembang).
Persoalan sampah di Kota Palembang, Kepala DLHK setempat, Faizal AR mengatakan bahwa kota Palembang masih banyak kendala dalam menanggulangi sampah. Di antaranya, kurangnyanya kesadaran masyarakat, kurang armada truk pengakut sampah, dan diperparah jika ada truk yang mengalami kecelakaan dan masuk bengkel.
“Kita punya 107 truk pengikut sampah dan yang masih maksimal ada sekitar 70-an truk, kita juga lagi mengalami musibah, truk mengalami kecelakaan sehingga sampah di dekat sungai terkendala. Kalau memakai truk pengangkut sampah di tempat lain, justru nanti makin parah,” ujarnya.
Dia juga mengatakan, dalam menyelesaikan tingginya produksi sampah di kota Palembang, perlu tambahan armada pengangkut sampah dan partisipasi dari masyarakat.
“Kota Palembang, menghasilkan 8 ton sampai 9 ton sampah per harinya, kita butuh tambahan 18 unit truk, 2 buah buldozer. Diharapkan, masyarakat untuk berpartisipasi dan membuang sampah di TPS yang sudah disediakan,” ucapnya. (irs)

















