JOGJA, fornews.co — Masyarakat yang tergabung dalam Solidaritas Aksi Tangani Sampah untuk Ekonomi Terpadu (Satset Jogja) kali ini menyasar Selokan Mataram di Maguwoharjo, Sleman, sepanjang 3 km.
“Sampah-sampah yang sudah terkumpul selanjutnya diangkut ke TPS sementara di Sleman,” kata Eka Adi Hendrantya selaku Ketua Komunitas Satset Jogja kepada awak media.
Bersih-bersih Selokan Mataram yang dilaksanakan pada Ahad pagi, 3 Agustus 2025, melibatkan mahasiswa USD, UGM, dan UNY, Komunitas Geliat Putri Mataram, DPC GMNI, bahkan dihadiri anggota DPRD Provinsi DIY dan Kabupaten Sleman.
“Yang namanya selokan itu seharusnya bukan tempat untuk dikotori. Kita semua tahu Jogja merupakan wilayah daerah pariwisata,” ucap mantan Wakil Bupati Sleman, Dr. Hj. Yuni Satia Rahayu, S.S., M.Hum., selaku Anggota DPRD Provinsi DIY periode 2024-2029.
Dijelaskan, Selokan Mataram memiliki sejarah penting bagi Daerah Istimewa Jogjakarta. Tidak elok jika kemudian justru menjadi tempat pembuangan sampah.
Guna menjaga Selokan Mataram selalu tampak bersih warga masyarakat dari berbagai elemen baik laki-laki maupun perempuan berikut mahasiswa bergotong royong bersih-bersih Selokan Mataram.
Pihaknya berharap kegiatan bersih-bersih untuk ketiga kali ini dapat menggugah pemerintah untuk lebih serius terhadap wilayah-wilayah sepanjang Selokan Mataram.
“Kami berharap sebetulnya pemerintah juga bisa memberikan perhatian kepada wilayah-wilayah yang ada di sekitar selokan mataram ini,” ujarnya.
Pada kesempatan yang sama Anggota DPRD Kabupaten Sleman, Budi Sanyata S.Pd., menyebut kegiatan bersih-bersih di Selokan Mataram akan menumbuhkan kesadaran sekaligus edukasi kepada masyarakat terhadap pengelolaan sampah.
“Tentu ini menjadi edukasi bagi masyarakat untuk sadar bagaimana pengelolaan sampah yang baik,” ujarnya.
Menurut Budi, bisa jadi sampah akan terus bertambah banyak. “Tetapi bagaimana kita mengelola sampah ini dengan baik menjadi konsen kita bersama.”
Komunitas Geliat Putri Mataram (KGPM) menyebut masih banyak tempat di Jogja butuh perhatian serius karena sampah.
KGPM bahkan sempat memantau sepanjang Selokan Mataram beberapa waktu sebelum kegiatan Satset Jogja berlangsung.
“Banyak warga mengeluhkan sampah yang dibuang di sekitar Selokan Mataram. Mereka bukan warga sekitar, tetapi pengguna jalan yang mengendarai motor,” ujar Rosina Rose selaku Ketua KGPM.
Kepada awak media, dirinya menyampaikan keluhan warga setiap kali lingkungan bersih usai gotong royong besoknya sudah kembali dikotori sampah yang dibungkus kantong plastik.
KGPM juga menyampaikan keluhan warga terhadap gangguan penerangan jalan akibat tertutup pohon untuk segera ditertibkan oleh pihak terkait.
Pihaknya berharap Selokan Mataram tidak hanya berfungsi sebagai saluran irigasi, namun, juga dapat menjadi bagian dari destinasi wisata di DIY.
“Ketika pariwisata berjalan nantinya akan berdampak positif terhadap perekonomian masyarakat setempat,” pungkasnya.
Reporter: A.S. Adam | Editor: A.S. Adam
Copyright © Fornews.co 2016-2025. All rights reserved.
















