
PENDOPO, fornews.co – Peringatan satu tahun masa kepemimpinan Bupati H Heri Amalindo MM dan Wakil Bupati Ferdian Andreas Lacony SKom MM, di Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), dinilai telah menunjukkan perubahan pembangunan yang cukup signifikan.
Tokoh masyarakat sekaligus, mantan Bupati Muaraenim, Nang Ali Solihin menceritakan kondisi tahun 1985, jalan dari Simpang Belimbing menuju Pendopo yang bisa melalui hanya gerobak sapi. Kemajuan pesat terjadi setelah dimekarkan sebagai kabupaten baru, berpisah dari Kabupaten Muaraenim.
“Tapi sekarang bisa kita rasakan, mulusnya jalan tersebut. Pasangan Heri-Ferdian telah membenahi infrastruktur jalan dimana-mana yang dulunya hancur lebur, pendidikan serta kesehatan juga telah dibangun di sana-sini,” katanya dalam acara syukuran satu tahun kepemimpinan pasangan Heri-Ferdian yang digelar Pemkab PALI di halaman kantor Bupati PALI di bilangan KM 10 Kelurahan Handayani Mulya Kecamatan Talang Ubi, Senin (20/02).
Menurutnya, pembangunan yang saat ini berjalan, masih perlu dukungan serta sinergitas semua pihak. “Gotong-royong dan kerjasama kita harus lakukan dan dukung program pemerintah agar pembangunan bisa lebih maju lagi,” terangnya.
Sambung dia, membangun infrastruktur mudah asal ada duit, tapi membangun karakter masyarakat itu lebih susah. “Jadi kami berharap agar pembangunan infrastruktur juga diimbangi membangun akhlak warganya,” harapnya.
Sementara, Wakil Ketua II DPRD PALI, Darmadi Suhaimi juga memuji kinerja pasangan Heri-Ferdian. Dimana telah bisa meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD). “Meski baru satu tahun namun dimana-mana pembangunan telah dilaksanakan dan PAD Kabupaten PALI juga bisa meningkat,” bebernya.
Bupati PALI, Ir H Heri Amalindo MM mengatakan, kekuatan pembangunan bukan hanya dilakukan mereka berdua melainkan berkat kerjasama antara masyarakat dan pemerintah. “Tanpa bantuan dan kerjasama maka semua itu tidak akan berhasil. Jadi keberhasilan ini bukan hanya kami berdua tapi seluruh masyarakat di Kabupaten PALI. Kami hanya mewakili saja,” ucapnya.
Saat ini terangnya, mereka berdua ingin fokus membangun infrasturktur supaya bisa mensejahterakan masyarakat. “Kalau infrastuktur sudah mulai bagus maka masyarakat akan mudah untuk beraktivitas dan secara otomatis kesejahteraan masyarakat mulai meningkat,” terangnya.
Namun, lanjutnya, pembangunan infrastruktur bukan menjadi fokus utama melainkan sebagai langkah untuk memajukan mental dan pola fikir masyarakat. “Kalau mental sudah kita perbaiki dan majukan maka semuanya akan mudah dilakukan. Karena mental itu bisa merubah segalanya, dalam arti mental untuk memajukan kabupaten ini,” pungkasnya.(son)

















