MUARA ENIM, fornews.co – Warga Sumatera Selatan (Sumsel) kembali digegerkan oleh isu serangan harimau. Kali ini, yang diduga menjadi korban keganasan harimau Sumatera ini adalah Sukistiowati (30), warga Talang Tinggi Sidodi, Desa Padang Bindu, Kecamatan Tanjung agung Kabupaten Muara Enim.
Jasad Sulistiowati ditemukan oleh warga setempat pada Jumat (27/12) malam sekitar pukul 22:45 WIB yang melakukan pencarian sejak beberapa jam sebelumnya. Saat ditemukan, di tubuhnya terlihat penuh luka dan putus pada bagian kaki kiri.
Informasi yang dihimpun, harimau ini pertama kali terlihat oleh salah seorang warga yang sedang berada di kebun sekitar pukul 17:00 WIB. Melihat harimau dengan jarak sekitar 100 meter dari posisinya tersebut, warga yang diketahui bernama Katemin ini melapor kepada Kepala Dusun setempat untuk selanjutnya diberitahukan kepada warga lainnya.
Kemudian saya langsung melapor kepada Kepala Dusun Pak Sunaryo untuk memberitahukan ke warga yang lain,” ungkap dia.
Setelah mendapat informasi dari Katemin, orangtua dari Sulistiowati, Purwanto menyebut bahwa sang anak juga pergi mandi ke pancuran yang lokasinya berjarak sekitar 50 meter dari tempat saksi melihat harimau. Dengan spontan masyrakat dusun lima dan dari Desa Padang Bindu dan desa tetangga Karya Nyata berkumpul dan berencana melaksanakan pencarian di air pancuran.
Korban belum ditemukan hingga hari mulai gelap. Selanjutnya masyarakat berkumpul di jalan di depan rumah kadus menunggu aparat keamanan hingga sekitar pukul 19:15 WIB aparat dari datang dan mencoba menenangkan warga sambil menunggu pihak kepolisian.
Sekitar pukul 20:30 WIB masyarakat didampingi Psi Intel dan beberapa personil kembali melakukan pencarian ditempat yang diperkirakan korban mulai menghilang. Sampai di lokasi pemandian air pancur ditemukan sebuah handuk milik korban dan meneruskan pencarian hingga lebih dari pukul 10 malam dan kembali berkumpul di depan rumah Kadus dan kembali melanjutkan pencarian pukul 22:45 WIB hingga akhirnya korban ditemukan meninggal dunia sekitar 50 meter dari Pemandian Air Mancur dengan kondisi leher hampir putus, kaki kiri dari lutut ke bawah putus (hilang), kaki kanan telapak kaki hilang. (rif)

















