
PAGARALAM-Penanaman 505 bibit garu, karet, srikaya dan mahoni, menandai pembukaan Jambore Pecinta Alam Forpa Besemah, di TPA Padang Karet, Kelurahan Besemah Serasan, Kecamatan Pagaralam Selatan, Jumat (25/11).
Asisten II Pemkot Pagaralam Drs H Safran, yang mewakili Wali Kota Pagaralam Hj Ida Basjuni mengucapkan terima kasih, kepada Forpa Besemah yang telah menggerakkan semua unsur untuk penyelamatan ligkungan di wilayah Pagaralam. Terlebih kota ini menjadi paru parunya Sumsel, ini tanggung jawab paru paru Sumsel agar tidak terinfeksi. “Kepada Forpa terima kasih yang bisa menyelenggarkaan tanpa ada campur tangan pihak lain. Tapi kedepan bisa dibuat kerjasama dengan SPKD terkait,” jelasnya.
Safran melanjutkan, kegiatan seperti ini harus ada sinergi yang baik antar organisasi dan SKPD. Walikota telah menegaskan kalau untuk kegiatan seperti ini harus dilakukan lebih gebyar, kalau bisa tingkat nasional. “Karena Forpa ini telah membantu tugas pemerintah terhadap perawatan lingkungan,” sambungnya.
Sementara, Staff Khusus Kementerian Pariwisata Taufik Razen menyatakan, bahagia bisa hadir untuk pertama kali di Kota Pagaralam. Ini bukan hanya tentang kesegaran alamnya, tapi kesegaran manusianya. Terlebih ada banyak megalit yang memang belum banyak di bahas dan diteliti. “Saya yakin nanti orang akan secara besar- besaran mencari teka teki di balik megalit ini,” katanya, seraya menambahkan, jika melihat semua alam yang ada di Pagaralam, ada kemungkinan Pagaralam bisa menjadi tempat pelaksanaan olimpiade kebudayaan.

Ketua Pelaksana Jambore Pecinta Alam Forpa Besemah Wawan Alamsyah menuturkan, jumlah keseluruhan peserta jambore ini sebanyak 150 orang, tapi masih akan bertambah hingga 300 orang. “Pada pembukaan ini kami awali dengan penanaman bantuan bibit sari Yayasan Malaya sebanyak 22.000 bibit. Tapi jumlah bibit yang ditanam di lokasi eka TPA ada 505 bibit,” katanya.
Selain Staff Khusus Kementerian Pariwisata Taufik Razen, penanaman bibit tersebut juga dilakukan DR. Tarech Rasyid, Penasihat Walhi Sumsel, Ketua Yayasan Malaya Sumsel Husni Tamrin, dan unsur muspida Pagaralam. (tul)
















