PALEMBANG, Fornews.co – Petugas Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Cabang Sungai Lilin, Rahmad Sahid menyebutkan hingga saat ini belum diketahui keberadaan dari serang atau sopir speedboat yang mengalami kecelakaan di perairan Sungai Dawas, Kabupaten Banyuasin, Sumsel.
Hal ini dikarenakan, pihaknya masih fokus mencari korban yang hilang akibat kecelakaan yang menyebabkan empat penumpang hilang.
“Sopirnya belum tahu kabarnya dimana, ada yang menyebutkan melarikan diri, tapi ada juga menyebutkan tenggelam. Jadi belum fix infonya,” katanya saat dihubungi, Kamis (06/08).
Berdasarkan informasi, serang sempat meloncat sendiri dari kapal sebelum masuk ke bawah tongkang. Artinya, serang mengetahui situasi berbahaya saat itu. Hanya saja yang menjadi kesalahannya yakni tidak menyediakan life jacket di dalam speedboat , serta dayung. Padahal, keduanya ini merupakan kewajiban bagi para pemilik serta serang.
Dijelaskannya, dayung itu sangat diperlukan dalam kondisi darurat seperti kemarin. Dimana, mesin mati maka dayung dapat digunakan untuk mengatur arah speedboat.
“Bandel semua itu serang, padahal ini sudah kewajiban mereka dan demi keselamatan para penumpang,” ujarnya.
Ia menambahkan sejauh ini pihaknya sudah menemukan satu korban kecelakaan. Korban yakni Nia, 30, warga Desa Suka Mulya, Kecamatan Tungkal Ilir, Kabupaten Musi Banyuasin (Muba), Sumsel.
korban berhasil ditemukan oleh masyarakat dan keluarga mereka sendiri pada pagi hari, Kamis (06/08) disekitaran tongkang.
“Saat ini masih tiga orang lagi yang hilang dan kami masih terus melakukan penyisiran,” tutupnya.
Seperti diketahui, Kecelakaan diperairan Sungai Musi, Sumsel kembali terjadi, Rabu (05/08). Kali ini Speedboat Taxi dengan tujuan Kampung Tobo Karang Agung menuju Sungai Lilin menabrak Kapal tongkang membawa batubara. Akibat kejadian tersebut, empat penumpang dinyatakan hilang, dan enam penumpang berhasil selamat. Sedangkan, untuk identitas yang ikut menghilang yakni Ook. (lim)
















