YOGYAKARTA, fornews.co–Kasus pencemaran dan perusakan lingkungan yang belum berhenti membuat Keluarga Besar Alumni Bosa Yogyakarta melakukan sedekah bumi tebar sebelas ribu ikan di Sungai Opak Prambanan.
Didukung oleh para tokoh di Kecamatan Kalasan Sleman, Camat Kalasan, Siti Anggraeni Susila Prapti, S.H.,M.M, sangat mendukung tebar ribuan ikan sebagai upaya pelestarian sungai yang dilakukan Alumni Bosa Yogyakarta.
“Sungai adalah milik air dan ikan, bukan miliknya sampah!” kata Camat Kalasan, Siti Anggraeni Susila Prapti, S.H.,M.M, Sabtu (14/12/2019).
Baca: Merti Dusun di Desa Wisata Krebet
Camat Kalasan berharap ikan yang ditebar bisa berdampak kepada kebersihan sungai sehingga ikan dapat berkembang dan dimanfaatkan oleh masyarakat.
“Begitu juga airnya menjadi lebih sehat,” kata Anggraeni.
Tebar benih ikan yang dilakukan Bosa Yogyakarta tersebut sangat bermanfaat, lanjutnya, juga sebagai salah satu daya tarik wisata pedesaan.
Pihaknya sangat mendukung program pengembangan pariwisata berbasis pedesaan di wilayah Kalasan. Terlebih Kalasan memiliki banyak wisata pedesaan, salah satunya tempat wisata Opak Tuju Bulan di Dusun Dalem, Tamanmartani, yakni sebuah tempat wisata yang memanfaatkan aliran sungai Opak yang berhulu di Gunung Merapi.
Baca: Labuhan Merapi di Kinahrejo
“Kalasan ini masih wilayah pedesaan tetapi memiliki perkembangan dan kemajuan yang pesat,” terangnya.
Tidak hanya berhenti dikenal sebagai Seribu Candi dan Ayam Goreng, bahkan Kalasan terus-menerus mengembangkan wisata desa.
Kepada fornews.co Anggraini mengatakan adanya banyak candi di wilayah Kalasan dapat dijadikan edukasi kepada masyarakat. Meski berbeda candi namun kerukunan tertap terjaga.
“Kerukunan juga merupakan bagian dari Bhineka Tunggal Ika harus dijunjung tinggi.”
“Dengan dikembangkannya desa-desa menjadi pedesaan wisata masyarakat tidak perlu lagi pergi ke mall, tetapi mereka bisa pergi ke pedesaan dengan udara yang sejuk,” pungkas Anggraini.
Baca: Garebeg Besar Kraton Yogyakarta
Kegiatan sosial yang sebelumnya dilakukan di Jotawang Umbulharjo, pada Kamis (26/12/2019) depan rencanannya akan dilanjutkan dengan kegiatan sosial lain di Gunungkidul.
Mewakili Kepala Sekolah Bopkri 1 Yogyakarta yang berhalangan hadir, Dra. Magdalena Sri Pratiwi M.M. menyampaikan pesannya bahwa Sedekah Bumi tebar ikan dapat turut serta meningkatkan pariwisata di Yogyakarta.
Pihaknya juga berharap “Sedekah Bumi” dapat menjadi kegiatan sosial berkelanjutan terhadap pelestarian lingkungan agar alam dapat terus terjaga. Selain alumni, katanya, harapannya kegiatan Sedekah Bumi juga bisa melibatkan siswa aktif.
Ketua Alumni Bosa, Tri Joko Purnomo, mengatakan bahwa benih ikan jenis Nila yang ditebar di sungai Opak di kawasan candi itu dapat memajukan pariwisata di Prambanan dan sekitarnya.
Baca: Numplak Wajik Persiapan Gunungan Garebeg Besar
“Ikan yang ditebar merupakan kontribusi dari seluruh alumni yang peduli terhadap lingkungan,” katanya. “Terutama menjaga air bebas dari sampah.”
Tidak hanya mengirimkan air ke Gunungkidul, kata Joko. Kedepan kegiatan sosial yang terus digalakkan imi juga akan membuatkan pompa untuk sumber air baru.
Joko berharap pada tahun-tahun berikutya dapat kembali melakukan kegiatan sosial di Kabupaten Sleman (salah satunya Kalasan) sehingga berdampak positip terhadap lingkungan dan pariwisata.
Selain penebaran belasan ribu ikan, dalam sedekah bumi juga dibagikan bibit pohon buah kepel dan cabai kepada masyarakat. ( adam )
instagram:
FORNEWS RESMI
@fornewsofficial
facebook:
fornews.co
FORNEWS BIRO JOGJA
instagram:
@fornewsjogja
youtube:
Fornews Jogja
















