PALEMBANG, fornews.co – Suara sirine mobil dan motor polisi, seketika berhenti di Gerbang Markas Polisi Daerah (Mapolda) Sumatera Selatan (Sumsel). Tampak Wakapolda Sumsel, Brigjen Polisi Denni Gapril, langsung menghampiri mobil salah satu dari iringan mobil berwarna hitam, Rabu (26/06).
Dengan berseragam lengkap dengan lencana bintang dua dipundaknya, Irjen Pol Firli didampingi istri turun dari mobilnya dan langsung berjalan di karpet merah menyapa anggota yang telah siap siaga menanti kedatangannya.
“Selamat datang Kapolda baru,” kata dua anak kecil yang berseragam polisi air serta ibu bhayangkari seraya mengalungkan bunga kepada orang nomor satu di Kepolisian Sumsel. Selanjutnya persembahkan tari sambut (Gending Sriwijaya) membuat hikmat acara penyambutan dari keluarga besar Polda Sumsel, di Gerbang Mapolda Sumsel.
Sambutan pun berlanjut ke tradisi pedang pora dan langsung bersalaman dengan pejabat di jajaran Polda Sumsel.
Kapolda Sumsel, Irjen Pol Firli mengucapkan terima kasih atas sambutan yang diberikan.
Menurutnya, saat ini yang perlu dikerjakan adalah bagaimana mewujudkan kepolisian yang profesional, modern dan terpercaya. Dengan lima kebijakan dan 11 program yang telah dibuat oleh Polri. Tinggal nanti dievaluasi di mana saja yang belum telaksana dengan baik.
“Apa yang belum terlaksana dengan baik inilah akan kami perbaiki,” katanya saat ditemui di sela penyambutannya.

Mantan Deputi Penindakan KPK ini, menegaskan, segala gangguan keamanan dan ketertiban sangat ditentukan oleh masyarakat, begitu juga dengan Karhutla. Karena itu, untuk pencegahan Karhutla ini, menurutnya, hanya bisa dilakukan secara preventif.
“Ada dua hal penting yang perlu dilakukan dalam pencegahan Karhutla, yakni secara struktural, di mana seluruh elemen baik masyarakat dan lain sebagainya, harus terlibat. Kemudian, (secara formal) menggerakkan apa yang ada saat ini secara maksimal,” ujar pengganti Irjen Polisi Zulkarnain Adinegara.
Begitu juga untuk kasus Curat, Curas dan Curanmor di Sumsel, lanjutnya. Menurutnya, kasus 3C itu juga produk dari masyarakat.
“Kami harap mencegah kejahatan itu bukan hanya kepolisian semata, tapi semua pihak harus terlibat,” terang pria kelahiran Lontar, Muara Jaya, OKU, Sumsel, 56 tahun silam ini.
Dalam mengentas kejahatan di daerah ini, ia akan berkoordinasi dengan Pemerintah Daerah (Pemda), guna mencari solusi seperti menanyakan apakah di Sumsel, kekurangan tenaga kerja, apakah kurang terampil atau minimnya lapangan pekerjaan.
“Kita akan bersinergi dengan masyarakat dan steakholder untuk menangani kejahatan di Sumsel,” tutupnya.
Berikut jabatan yang pernah dijabat Kapolda Sumsel, Irjen Pol Firli:
- Kapolres Persiapan Lampung Timur, 2001;
- Wakapolres Lampung Tengah;
- Kasat III/Umum Ditreskrimum Polda Metro Jaya, 2005;
- Kapolres Kebumen 2006;
- Kapolres Brebes 2007;
- Wakapolres Metro Jakarta Pusat, 2009;
- Asisten Sespri Presiden, 2010;
- Dirreskrimsus Polda Jateng, 2011;
- Ajudan Wapres RI, 2012;
- Wakapolda Banten, 2014;
- Karodalops Sops Polri, 2016;
- Wakapolda Jawa Tengah, 2016;
- Kapolda Nusa Tenggara Barat; 2017;
- Deputi Penindakan KPK, 2018.
Berikut riwayat pendidikan Kapolda Sumsel, Irjen Pol Firli:
- Akabri/ 1990;
- PTIK/ 1997;
- Sespim/ 2004;
- Lemhannas PPSA/ 2017
(alu)
















