PALEMBANG, fornews.co-Ada yang berbeda pada suasana di Pedestrian Jalan Jenderal Sudirman, Sabtu (30/09) malam ini. Pasalnya, malam ini ada banyak seniman asal Kota Pagaralam turut menghibur warga Kota Palembang.
Ternyata, kehadiran mereka ini hanya untuk ‘Numpang Singgah’ menggelar Malam Seni dan Budaya Besemah Pagaralam 2017 menyambut Asian Games. Benar saja, publik Palembang yang lalu lalang di lokasi Numpang Singgah ini pun sempat terhenti untuk menyaksikan semua seni yang disajikan Seghepat Seghendi pemuda dan mahasiswa, serta seniman Besemah.
Para seniman tersebut, duet Asmadi – Yos Ilyas, yang menampilkan Kicik Panjang atau sastra lisan daerah Pagaralam, Dian Nurhusen menampilkan Tadut, Arman Idris yang memainkan petikan Rejung/gitar tunggal, Nyimas Nuraini menampilkan Kindun, Alina Taqiah pelajar kelas 5 SD MI AlAzhar Pagaralam, yang memberikan andai-andai atau dongeng sebelum tidur.
Menurut Asmadi, seniman Besemah, kehadiran mereka di Palembang tak lain untuk mencari wadah yang beda. “Ya karena selama inikan hiburan di kawasan ini, dari minggu ke minggu lagi hampir sama. Nah, kami disini tentu ingin menjadikan pembeda. Harapan kita, masyarakat Palembang ikut mengetahui beragam seni dan ke khas-an dari Kota Pagaralam,” ujarnya, Sabtu (30/09).
Pria yang akrab di sapa Mang Madi ini meneruskan, selain menampilkan beragam seni, pihaknya juga mengajak warga Palembang untuk belajar bersama menulis aksara kuno Pagaralam, yakni Kege nge. “Kita juga memperkenalkan dan membagikan Gitar Kepudang, yakni ikat kepala khas Pagaralam, serta Dekut atau alat pemikat burung yang bisa disuarakan,” terangnya, seraya menambahkan, sudah mempersiapkan diri selama tiga bulan, untuk tampil di Pedestrian Jenderal Sudirman.
Performa dari Jeme Besemah ini juga tak luput dari pantauan Wali Kota Palembang, Harnojoyo, yang ikut menyaksikan langsung semua gelaran seni dan budaya tersebut.(tul)
















