
PALEMBANG-Mie Celor merupakan salah satu makanan khas Kota Palembang, yang banyak diganderungi warga setempat bahkan wiisatawan baik domestik maupun mancanegara. Sensasi mie celor memberikan citarasan dan kenikmatan yang dapat menggoyang lidah si penikmatnya.
Di ibu kota Provinsi sumsel, tidaklah sulit untuk dapat menikmati makanan yang disajikan dalam campuran kuah santan dan kaldu ebi (udang kering), dicampurkan taoge dan disajikan bersama irisan telur rebus, ditaburi irisan seledri, daun bawang dan bawang goreng tersebut. Tidak sulit untuk dapat mencicipi mie celor, karena hampir di setiap sudut terdapat pedagang yang menjajakan mie celor, baik berupa rumah makan maupun gerobak (kaki lima).
Nurasia (42) salah satu penikmat mie celor yang ditemui fornews.co di Pasar 16 Ilir, Kecamatan Ilir Timur I, Kota Palembang, Selasa (25/10) menceritakan, mie celor menjadi menu sarapan paginya sebelum beraktivitas dagang di pasar tradisional terbesar di ibu kota provinsi tersebut. “Saya sangat suka sarapan mie celor. Bisa dibilang setiap hari makan mie celor,” turutnya, sambil menunggu pesanannya datang.
Wanita berhijab ini, mie celor satu hidangan bersama pempek yang sangat direkomendasikan bagi pendatang (wisatawan). Citarasa mie celor berbeda dengan mie-mie yang ada di daerah lain. Bukan sekedar memberikan rasa kenyang, namun dengan rempah-rempah dan bumbu khas lainnya membuat siapa yang menyantap akan terus menimatinya. “Kemudian, yang pasti harganya murah dibanding makanan siap saji. Mie celor satu porsi cukup Rp8.000,” ucapnya.
Sopian, sang pedagang mie celor gerobak menjelaskan, sehari dirinya bisa mendapatkan keuntungan Rp300.000-Rp350.000. Dirinya sudah 10 tahun berjualan mie celor yang resepnya didapat dari orang tuanya. “Pembeli banyak dari pedagang dan pengunjung pasar. Alhamdulillah banyak yang beli, kalau lagi laris. Kadang-kadang juga sepi,” katanya, sambil sibuk menyajikan mie celor bagi pelanggannya.
Saat reporter fornews.co mencicipi, yang membuat spesial racikan udang dan santan pada kuahnya yang menghasilkan rasa unik tersendiri. Tidak heran aroma udang kuat terasa saat menghirup kuah yang identuk berwarna kuning kental, terlebih jika disantap selagi hangat. Sebelum disajkan mie dan tauge di “seduh” terlebih dahulu atau istilah Palembang-nya di “celor” sehingga matang tanpa lembek. Inilah asal usul nama mie celor Palembang.
Berdasarkan sebuah literatur yang konsen mengulas mie celor, bahwa komposisi kandungan gizi yang terdapat di dalam mie celor dari tepung terigu mengandung 77,3gr karbohidrat; 8,9gr protein; 12mg air; 365kal kalori dan kandungan lainnya. Telur sebagai sumber protein mempunyai banyak keunggulan antara lain, kandungan asam amino paling lengkap dibandingkan bahan makanan lain seperti ikan, daging, ayam, tahu, tempe, dan lain sebagainya.
Dalam 100gr telur mengandung 162kal kalori; 12,8gr protein; 11,5gr lemak; 0,7gr karbohidrat; 900 SI vitamin A; 0,1mg thiamin. Belum lagi kandungan gizi di dalam udangnya, dimana 100 gr udang mentah mengandung 20,3 gr protein atau cukup untuk memenuhi kebutuhan protein harian sebanyak 41%. Kemudian tauge atau kecambah memiliki kandungan vitamin E yang sangat tinggi dan merupakan pangan rendah kadar lemak, kaya vitamin C, serta memiliki folat dan protein yang dapat memperkecil risiko timbulnya penyakit kardiovaskuler dan merendahkkan LDL dalam darah. Protein tauge lebih tinggi 19% dibandingkan dengan kandungan protein dalam biji aslinya, karena, selama proses menjadi kecambah, terjadi pembentukan asam-asam amino esensial yang merupakan penyusun protein. Dalam kecambah, terkandung fitoestrogen yang dapat berfungsi seperti estrogen bagi wanita.
Estrogen tersebut dapat meningkatkan kepadatan dan susunan tulang, serta mencegah kerapuhan tulang (osteoporosis) khususnya bagi wanita yang berada pada masa menopause. Konsumsi kecambah juga dapat membantu wanita terhindar dari kanker payudara, gangguan menjelang mensturasi, keluhan semburat panas pada pra-menopause, dan gangguan akibat menopause. Selain itu, kecambah juga memiliki kemampuan mengurangi risiko terkena artritis, memperlancar pencernaan, reproduksi, dan saluran kelenjar (glandular). (ibr)

















