JAKARTA, fornews.co – Federasi Pilot Indonesia (FPI) menilai, tidak seragamnya kurikulum sekolah pilot di Indonesia, sebabkab setidaknya seribuan lebih pilot lulusan sekolah penerbang yang masih menganggur.
“Jadi sekarang masih ada lulusan pilot yang tidak memenuhi standar maskapai karena perbedaan kurikulum sekolah,” jelas Ketua FPI M Ali Nahdi di Jakarta, kepada Anadolu Agency, Senin (08/01).
Maraknya pilot menganggur menurut Ali, sudah diketahui oleh pemerintah karena pemerintah yang mengeluarkan lisensi untuk seseorang menjadi pilot.
Federasi sambungnya, sudah memberikan beberapa rekomendasi dan masukan agar pilot yang menganggur bisa diberdayakan. Salah satu rekomendasi antara lain, agar pemerintah semakin banyak membuka rute penerbangan perintis.
“Para pilot muda yang belum berpengalaman dapat diberdayakan untuk menjadi pilot perintis dengan didampingi oleh pilot berpengalaman,” katanya.
Ia juga berharap, agar maskapai memberikan porsi lebih banyak untuk memberdayakan pilot lokal dibandingkan pilot asing.
Ketua Indonesia Aviation Watch John Brata, mengamini hal tersebut. Ia mengatakan, luasnya wilayah Indonesia sebenarnya memiliki peluang untuk bisnis penerbangan perintis. “Dengan begitu akan lebih banyak pilot yang diberdayakan,” ujar John.
Para pilot muda tersebut menurut dia lebih membutuhkan jam terbang daripada gaji. Setelah dua atau tiga tahun, para pilot tersebut akan menjadi pilot dengan jam terbang tinggi dan peningkatan gaji juga akan mengikuti.
“Sebenarnya banyaknya pilot menganggur karena maskapai lebih memilih pilot yang berpengalaman. Dan itu lumrah,” tambah John. (AA)
















