PALEMBANG, fornews.co – Pemerintah Kota (Pemkot) Palembang, melalui Dinas Sosial (Dinsos) menyebutkan, setiap tahunnya mereka mempu menertibkan sekitar 600 orang gelandangan dan pengemis (Gepeng) yang datang dari berbagai daerah dari luar Sumatra Selatan (Sumsel).
Demikian itu diungkapkan, Kabid Rehabilitasi Dinsos Palembang, Elvis Rusdi Kamis (02/08). Sementara berdasarkan data yang dihimpun, dari 600 orang Gepeng tersebut, 10% atau 60 orang di antaranya merupakan orang dengan gangguan jiwa (ODGJ).
“Kalau tahun 2018 ini kami belum melakukan pendataan. Tapi hampir setiap tahun jumlah Gepeng yang terjaring sekitar itu,” ujar Elvis.
Berdasarkan data Dinsos Palembang, sambungnya, Gepeng sendiri kebanyakan datang dari pulau Jawa yang mencoba mencari peruntungan di Palembang. Namun, dikarenakan belum mendapatkan pekerjaan sehingga mereka pun harus mengemis dan menggelandang di kota Pempek ini.
Begitu juga dengan ODGJ yang terjaring. Mereka kebanyakan orang luar daerah yang kemudian ditelantarkan di Palembang. Tetapi pihaknya tidak tahu persis dan kesulitan mengidentifikasi asal daerahnya.
“Kalau untuk Gepeng ini kami langsung pulangkan ke daerah asal mereka dengan berkoordinasi dengan Dinsos yang menaunginya,” jelasnya seraya mengatakan, untuk ODGJ pihaknya masukkan ke panti sosial untuk pembinaan.
Lebih jauh dikatakan, saat perhelatan Asian Games ini, Palembang harus steril dari gepeng dan ODGJ. Untuk itu, pihaknya konsentrasi mengawasi setiap titik-titik yang kerap menjadi tempat persinggahana para Gepeng dan ODGJ, semisal kawasan objek wisata.
“Saat ini kami telah menyiapkan tim penjaringan yang bekerja selama 24 jam terbagi menjadi 3 shift. Kami juga akan menerima laporan masyarakat untuk menjangkau baik Gepeng maupun ODGJ,” tandasnya. (bas)

















