PALEMBANG, fornews.co – Meski diusulkan oleh seluruh DPC di Sumatra Selatan untuk kembali memimpin DPD PDI Perjuangan 2019-2024, namun Giri Ramanda Kiemas akan patuh terhadap apapun keputusan Dewan Pimpinan Pusat (DPP). Hal itu disebabkan dirinya merasa capaian di Pemilu 2019 yang kurang maksimal memungkinkan dirinya akan dievaluasi DPP PDI Perjuangan.
“Kalau semua memahami Peraturan Partai Nomor 28 tahun 2019, semua pasti sadar akan ukuran-ukurannya. Saya selaku Ketua DPD PDI Perjuangan Sumsel menyadari keberhasilan DPD hanya di Pilkada tingkat kabupaten/kota yang bisa menambah jumlah kepala daerah. Sementara di Pilkada provinsi kita kalah, di pilpres kita kalah, di pileg kita kehilangan kursi. Tapi secara Sumsel kita hanya hilang tiga kursi dari total perolehan kursi baik di DPR RI, DPRD Provinsi dan DPRD kabupaten/kota,” ujarnya disela-sela pembukaan Konfercab Serentak dan Konferda PDI Perjuangan Sumsel di Dining Hall Wisma Atlet Jakabaring Sport City, Minggu (14/07).
Berdasarkan hal itu, tegas Giri, dirinya sebagai Ketua DPD siap dievaluasi. Kembali dipercaya memimpin PDI Perjuangan di Sumsel atau tidak, dirinya taat dan patuh instruksi DPP.
“Apapun hasilnya nanti, jika kami tidak dipilih oleh DPP ya siap. Karena kami tegak lurus dan memahami PP 28 itu,” katanya.
Pada pencalonan Ketua DPD PDI Perjuangan Sumsel periode 2019-2024 ini Giri tidak sendirian. Ada 15 nama yang diajukan kepada DPP untuk dipilih sebagai pimpinan parpol banteng moncong putih ini.
“Kalau usulan (ke DPP) ya diajukan seluruh DPC. Tapi hal itu tidak berpengaruh. Karena jika DPP menganggap saya tidak layak lagi (memimpin) ya tidak lagi,” tegasnya.
Sementara itu, Ketua DPP PDI Perjuangan Ribka Tjiptaning Proletariyati yang hadir bersama Wabendum Internal PDI Perjuangan Rudiyanto Chen mengatakan, dalam penentuan menjadi ketua, sekretaris dan bendahara di DPC maupun DPD, banyak persyaratan dan pertimbangan yang harus dipenuhi. Ada psikotes, ada juga evaluasi di daerahnya seperti apa, lalu soal demografi di daerah itu butuhnya orang seperti apa.
“Hasil Pemilu memang menjadi indikator penetapan ketua di daerah, namun tidak mutlak. Sebab perlu dilihat juga apakah daerah itu basis suara PDI Perjuangan atau bukan. Kecuali kalau memang di daerah itu basis suara PDI P tapi suaranya kalah ya jadi pertanyaan (bagi DPP),” katanya.
Ditanya soal kepemimpinan Giri Ramanda lima tahun ke belakang, Ribka menyebut baik-baik saja. Tapi itu penilaian dirinya, sementara DPP yang memutuskan ada 27 orang dengan penilaiannya masing-masing.
“Di Sumsel biasa aja. PDI P memang biasa aja kok (seperti ini). Memang hangat, hangat, hangat (jelang konfercab/konferda) tapi begitu keputusan ketua umum dibacakan biasa lagi,” tuturnya.
Diterangkan Ribka, Konferda di seluruh Indonesia telah dilaksanakan di 27 DPD Provinsi. Ditargetkan 27 Juli 2019 sudah selesai semua, karena pelaksanaan Kongres sendiri pada 8 Agustus 2019.
Ditemui terpisah, Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Musi Banyuasin, Beni Hernedi menyatakan, pada Konferda ini dirinya mendukung Giri Ramanda Kiemas sebagai Ketua DPD PDI Perjuangan Sumsel 2019-2024.
“Tentunya kita melihat partai di bawah kepemimpinan beliau yang jelas kondusif dan agenda partai terselesaikan dengan baik. Kedepan (PDI Perjuangan) Muba siap berada di belakang komando beliau,” kata Beni. (ije)

















