FRANKFURT, fornews.co – Sepertinya PSSI ingin mengadopsi kurikulum pembinaan usia muda sepakbola Jerman. Hal ini setelah Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, bersama Wakil Ketua Umum Zainudin Amali, dan Exco Arya Sinulingga mendatangi markas Eintracht Frankfurt Rabu (7/6/2023).
Apalagi, saat Erick tiba di markas Die Adler, julukan Eintracht Frankfurt, mereka langsung diajak petinggi klub melihat youth academy.
“Alhamdulillah saya sudah tiba di Frankfurt, Jerman. Kegiatan saya di sini dimulai dengan kunjungan ke klub sepakbola Eintracht Frankfurt untuk melihat youth academy milik klub ini,” ujar Erick Thohir, seperti dikutip dari laman resmi PSSI.
Erick Thohir mengatakan, misi PSSI mendatangi Eintracht Frankfurt untuk berdiskusi banyak dan lebih dalam mengenai kurikulum hingga strategi latihan sepakbola grassroot (anak-anak dan remaja) mereka.
Kemudian, sambung dia, PSSI juga mendapatkan banyak penjelasan mengenai fasilitas dan latihan yang dilakukan oleh klub yang sudah berdiri sejak 124 tahun lalu atau tepatnya 8 Maret 1899.
“Nah yang terpenting itu kurikulum dalam pembinaan usia muda. Mereka menjelaskan, pemain usia muda mereka bermain di lapangan besar mulai dari usia 15 tahun ke atas,” kata dia.
Lalu untuk usia 9 hingga usia 13, sambung Erick, bermain di lapangan kecil dan hanya untuk bermain sepakbola tanpa mengenal lebih dalam tentang teknik, analis, dan sebagianya. Namun, lebih untuk menyentuh bola lebih banyak dan menyenangkan.
“Klub Eintracht Frankfurt ini sudah punya banyak pengalaman mencetak pemain kelas dunia. Dari mereka pun nanti kita bisa banyak belajar,” jelas dia.
Sejumlah pemain hasil teluran klub ini diantaranya ada nama Mario Goetze, Kevin Trapp (Senior), Christopher Lenz, Marcel Wenig (U-19), dan Faride Alidou (U-21). (kaf)

















