PALEMBANG, fornews.co – Kecelakaan menimpa angkutan transportasi air Speedboat asal Jalur 14 Desa Muara Sugihan, Kabupaten Banyuasin, dengan nama lambung Rahendi Putra tujuan Palembang, karam di dekat dermaga 10 Ulu Palembang, Rabu (29/05) pagi.
Atas peristiwa tersebut, diketahui dua penumpang meninggal dunia dan dua lainnya masih dalam pencarian petugas Basarnas. Koordinator Pencarian orang hilang dari Basarnas Palembang, Alfian mengatakan, pihak Basarnas masih fokus mencari korban yang hilang, dengan menyisir sejauh 2 kilometer dari lokasi karamnya kapal cepat tersebut.
“Hingga saat ini kami (Basarnas) masih terus mengupayakan pencarian korban hilang atas nama H Abdul Hamid (48) dan Hj Zubaidah (42), Marga Rukun, Muara Sugihan, Kabupaten Banyuasin, Sumatra Selatan,” ujarnya.
Lanjutnya, kondisi arus Sungai Musi saat ini sangat deras, sehingga menyulitkan pencarian oleh tim Basarnas. Personil yang kita turunkan ada 10 orang guna menyisir sungai Musi.
“Kalau untuk dilakukan penyelaman masih kita upayakan sebab arus sungai yang begitu deras. Segala kemungkinan masih bisa terjadi. Pencarian akan berlangsung selama 7 hari,” terangnya.
Sementara itu, Direktur Polisi Air (Dirpolair) Polda Sumsel, Kombes Pol Imam Thabroni mengatakan, korban kecelakaan speedboat yang terjadi di perairan Sungai Musi sebanyak 21 orang, 2 hilang dan 2 meninggal dunia.
“Sejauh ini masih dalam proses pencarian korban, dan mengumpulkan bukti-bukti dari keterangan para saksi,” katanya melalui sambungan telepon. (bas)

















