PALEMBANG, fornews.co – Ketua Tim Pemenangan Pasangan Calon (Paslon) Gubernur Sumsel nomor urut 3 Ishak Mekki – Yudha Pratomo, Muchendi Mahzareki menyatakan, pihaknya tak ambil pusing dengan ‘perang survei’ yang dilakukan oleh kubu kompetitornya.
Menurutnya, hal tersebut justru membuat banyak masyarakat Sumsel menjadi ragu, karena rentan dengan penggiringan opini. “Ishak – Yudha dengan masyarakat Sumsel hanya ingin berpesan, jika suara di pilgub nanti tak sesuai dengan keinginan survey, jangan sampai ada yang memaksakan kehendak,” ujar Muchendi, Selasa (19/06).
Ketua Komisi Pemenangan Pemilu (KPP) DPD Demokrat Sumsel itu menerangkan, memaksakan kehendak yang dimaksud itu, adalah tidak menerima hasil akhir dengan melakukan hal – hal yang tidak diinginkan. Tentu ini akan menjadi preseden buruk bagi demokrasi Sumsel jika terjadi.
“Apapun hasil pilgub sumsel, itulah keinginan masyarakat sumsel. Biarlah masyarakat Sumsel memilih pemimpin yang berpengalaman, amanah dan bersih dari masalah hukum serta immoral,” terangnya.
Pria yang akrab disapa Bung Endi itu mengungkapkan, berdasar hasil survei tingkat swing voters atau yang belum menentukan pilihan cukup banyak. Kondisi ini menguatkan karakter pemilih Sumsel yang tidak suka mengumbar sikap atau pilihan politiknya di depan publik ataupun melalui wawancara.
“Namun kita hanya bisa memperkirakan preferensi tipe silent majority seperti itu. Mereka akan mendukung pemimpin yang dinilai ideal, seperti didukung ulama, kemudian belum masuk dunia pemerintahan dan mempunyai terobosan program yang sudah terbukti dan terukur,” ungkapnya.
Endi menambahkan, Tim Ishak – Yudha masih terus bergerak militan dan massif berkampanye menjelang waktu pemilihan. Khususnya mensosialisasikan Kartu BLT dan UMKM kepada masyarakat Sumsel. “Harapan kami, Allah meridhoi perjuangan masyarakat Sumsel dan Ishak – Yudha untuk Sumsel yang lebih baik lagi,” tandasnya. (tul)

















