PALEMBANG, fornews.co – Menghadapi Persela Lamongan yang tengah menanjak performanya sempat membuat Sriwijaya FC diterpa kekhawatiran. Apalagi Sriwijaya tak diperkuat tiga pilar yang tengah memenuhi panggilan tim nasional Indonesia.
Namun kekhawatiran tersebut tak terbukti, bahkan kerja keras seluruh elemen tim berbuah hasil positif. Di akhir laga, kemenangan 5-1 digenggam Hamka Hamzah dkk. Dua gol Mahamadou N’diaye dilengkapi gol Manuchehr Dzhalilov, Esteban Vizcarra dan Patrich Wanggai. Sedangkan gol hiburan Persela dicetak Loris Arnaud.
Usai laga, Pelatih Sriwijaya FC Rahmad Darmawan mengucapkan rasa syukur karena kerja keras para pemain terbayar dengan kemenangan telak. RD pun menyatakan kekagumannya terhadap perjuangan Persela yang terus berupaya mengejar defisit gol.
Menurut RD kunci kemenangan Sriwijaya di laga tadi adalah suksesnya pemain menjalankan strategi pengaturan tempo permainan. Dengan menguasai tempo, kendali permainan praktis dikuasai dan dikendalikan Sriwijaya.
“Secara umum hari ini kita bermain sangat baik terutama dalam pengaturan tempo. Kita memegang betul ritme permainan. Kita biasa (bermain) melakukan pressure. Setiap main hampir selalu kita unggul di ball possesion, tapi terkadang karena persoalan ritme jadi kendala sehingga sulit sekali kita buat gol. Tapi hari ini jujur, saya puas sekali dengan ritme, ada cepat, ada hold the ball, ada combination play, ada crossing yang bagus. Jadi hari ini penampilan yang sangat baik ditampilkan pemain yang diturunkan,” tutur RD pada post match conference di Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring, Sabtu (02/06) malam.
Meski puas dengan performa anak asuhnya, namun RD sedikit menyesalkan proses terjadinya gol Persela ke gawang Sandy Firmansyah. RD mengakui hal itu merupakan kesalahannya. Sebab RD lupa menginstruksikan kepada Ichsan Kurniawan yang masuk menggantikan Yuu Hyun-koo untuk covering di zona kanan kalau Marckho Sandy Merauje overlap. Sebelum Yuu ditarik keluar, tugas covering itu berjalan dengan baik.
“Kalau Marckho naik (bantu penyerangan), otomatis Yuu tahu tugasnya (untuk covering zona kanan). Tapi itu saya akui saya yang salah, saya lupa kasih tahu Ichsan cover posisi Marckho, sehingga Persela bisa mencuri (gol) dengan (diawali) bola crossing. Ini harus lebih diperhatikan karena kelebihan kita (dalam penyerangan) bisa jadi kekurangan kalau kita tidak disiplin dalam covering,” kata pensiunan perwira menengah TNI AL ini.
Gelandang Sriwijaya FC Yuu Hyun-koo menambahkan, dirinya merasa senang karena malam ini semua pemain bermain sungguh-sungguh dan kompak sehingga bisa meraih kemenangan besar yang dipersembahkan bagi suporter.
“Setelah ini kita masih ada lawan Barito (Putera), jadi harus fokus lagi karena kita ada target juara. Mudah-mudahan di laga selanjutnya kita menang lagi,” harap pemain asal Korea Selatan ini. (ije)

















