PALEMBANG, fornews.co – Tidak tersedianya anggaran pengadaan armada angkutan sampah tahun 2021 ini, tidak mengendurkan semangat petugas Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kota Palembang untuk bekerja ekstra menanggulangi persoalan sampah di kota ini.
Kepala DLHK Kota Palembang, Alex Ferdinandus mengatakan, secara total armada angkutan sampah yang dimiliki pihaknya sebanyak 121 unit. Dari jumlah tersebut, sekitar 60% membutuhkan peremajaan karena sudah banyak mengalami kerusakan akibat faktor usia kendaraan. Namun karena efisiensi anggaran, maka dipastikan tahun ini tidak ada pembelian armada baru.
“Kita upayakan kalau masih bisa diperbaiki, akan diperbaiki di bengkel kita yang ada di DLHK ini. Tahun ini kalau dari APBD Kota tidak dianggarkan pembelian armada baru. Tapi kita akan coba ajukan dana bantuan ke Gubernur,” ujar Alex disela-sela mendampingi Wakil Wali Kota Palembang Fitrianti Agustinda, yang mengunjungi bengkel DLHK, Senin (15/2/2021).
Menurut Alex, meski lebih dari separuh armada angkutan sampah kondisinya kurang optimal, namun hal itu tidak mengurangi kinerja DLHK.
“Kita upayakan kerja tetap maksimal. Sekarang kita fokus juga untuk membersihkan sampah-sampah di jalan protokol,” katanya.
Selanjutnya Alex menjelaskan, armada angkutan sampah yang sudah rusak dan tidak bisa dipakai lagi, saat ini sudah masuk proses lelang. Sebab, dengan status aset daerah, meski kendaraannya rusak tetap harus dicatat dan diikutkan proses lelang oleh BPKAD.
Sementara itu, Wakil Wali Kota Palembang, Fitrianti Agustinda, mengapresiasi kinerja pegawai DLHK. Sebab dengan segala keterbatasan, para petugas DLHK tetap maksimal bekerja.
“Saya apresiasi. Termasuk tim bengkel DLHK ini. Karena sudah bertugas membantu untuk perbaikan peralatan,” ucap Finda.
Guna mengurangi beban TPA Sukawinatan, lanjut Finda, saat ini Pemkot Palembang sedang menggalakkan pembangunan TPS 3R di seluruh kelurahan. Dengan adanya TPS 3R ini sampah yang dibuang akan dikelola, dipilah, dan dimanfaatkan. Sehingga sampah yang dibawa ke TPA Sukawinatan adalah sampah yang benar-benar tidak bisa diolah lagi.
“Targetnya TPS 3R ini ada di 107 kelurahan. Saat ini baru ada 21 TPS 3R. Jadi ini akan terus kita dorong,” tegas Finda. (ije)
















