KAYUAGUNG, fornews.co – Suasana lebaran Idul Fitri 1441 H terasa begitu sangat berbeda. Selain tidak diselenggarakan solat Idul Fitri berjamaah di masjid ataupun lapangan di sejumlah wilayah, silaturrahmi yang sangat kental menghiasi perayaan lebaran juga sangat berbeda.
Di Kayuagung Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) Sumatera Selatan, suasana berbeda dirasakan hingga beberapa hari usai lebaran. Tidak ada tradisi Midang Morge Siwe serta bermain Speedboat atau yang dikenal dengan istilah naik stempel oleh masyarakat setempat.
Padahal, setiap tahun dua kegiatan ini menjadi kegiatan yang cukup ditunggu oleh banyak warga. Terkait hal ini, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten OKI, Hj Ariyanti menerangkan bahwa untuk tahun ini dua kegiatan tersebut memang ditiadakan menyusul wabah Corona Virus Disease 2019 (COVID-19) yang saat ini tengah melanda.
Hal ini ditegaskan melalui surat edaran Disbudpar OKI Nomor 430/527/Disbudpar/2020 tentang Penyelenggaraan Kegiatan Even Midang Morge Siwe dan Wisata Air di Sungai Komering Kecamatan Kota Kayuagung Kabupaten OKI Tahun 2020. Dalam surat tersebut ditegaskan bahwa untuk mendukung program dan dalam rangka memutus rantai penularan Virus Corona dua jenis kegiatan tersebut ditiadakan.
“Iya betul, dua kegiatan tersebut untuk tahun ini tidak kita laksanakan,” kata Hj Ariyanti kepada fornews.co, Rabu (27/05).

Menurutnya, imbauan untuk tidak melaksanakan kegiatan tersebut telah diserukan melalui surat edaran yang ditandatangani oleh Bupati OKI, H Iskandar SE.
Sebagai informasi, Midang Morge Siwe menjadi kegiatan tahunan yang meramaikan suasana lebaran di Kayuagung. Dalam kegiatan berupa karnaval tersebut, masing-masing kelurahan di Kayuagung menampilkan berbagai pakaian adat serta pakaian kreasi hingga tradisi lokal yang diarak keliling wilayah Kayuagung pada hari ke-3 dan ke-4 lebaran idul Fitri.
Turut menjadi penunjang keramaian Midang Morge Siwe tersebut, kegiatan wisata air di Sungai Komering berupa naik stempel mengitari Sungai Komering. Setiap tahun dua kegiatan ini selalu menjadi kegiatan yang ditunggu oleh masyarakat, namun justru berbeda dengan tahun ini.
“Biasanya memang selalu ramai dan ditunggu-tunggu oleh warga khususnya anak-anak, memang tahun ini berbeda. Tapi mungkin ini yang terbaik untuk memutus penularan Virus Corona,” ujar Winda, salah seorang warga Kayuagung seraya berharap agar wabah virus Corona segera berakhir. (rif)
















