KAYUAGUNG, fornews.co – Budaya Midang Morge Siwe yang kembali digelar oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Ogan Komering Ilir (OKI), Jumat (07/06), memberikan daya tarik tersendiri bagi masyarakat di sekitar Kota Kayuagung.
Apalagi, midang atau karnaval yang kerap menampilkan busana-busana tradisional nusantara ini melintas di kawasan Sungai Komering, yang sekaligus menjadi lintasan pelesiran speedboat atau yang biasa disebut masyarakat setempat dengan istilah stempel.
Untuk melestarikan budaya midang ini, Pemkab OKI akan menjadwalkannya setiap perayaan hari raya Idul Fitri. Pada tahun ini sendiri, Midang Morge Siwe dilaksanakan selama dua hari dengan menghadirkan 11 kelurahan yang ada di Kecamatan Kayuagung.
Bupati OKI, Iskandar melalui Sekda OKI, Husin mengatakan, Pemkab OKI akan terus konsisten dan mendukung tradisi midang ini sebagai warisan leluhur. Menurutnya, ini adalah aset budaya yang harus diperhatikan.
“Tradisi ini merupakan aset budaya yang sangat harus diperhatikan, di samping tradisi lainnya yang ada di Kabupaten OKI. Kondisi midang sampai saat ini masih sangat lestari bahkan berkembang menjadi wisata budaya,” ujar Husin.
Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten OKI, Ifna Nurlela mengatakan, bahwa saat ini midang masih menjadi salah satu adat budaya yang bertahan dan dilestarikan di Kabupaten OKI.
Menurutnya, budaya arak-arakan ini sudah sejak lama dilakukan, para pelakunya adalah para muda-mudi dalam kelurahan. Dahulu midang dilakukan oleh muda-mudi yang kelurahannya ada hajatan pernikahan, kemudian untuk melestarikannya dikembangkan menjadi agenda tahunan pariwisata setiap tahunnya, tepatnya di setiap lebaran.
“Midang ini sendiri juga menjadi even pariwisata nasional, yang artinya midang bukan hanya milik Kabupaten OKI saja tetapi sudah menjadi salah satu atraksi pariwisata yang terdaftar di Kementerian Pariwisata, dan pernah juga ditampilkan di istana negara pada tahun 2007,” tandasnya.(rif)

















