PALEMBANG, fornews.co – Sebagai Warga Negara Indonesia (WNI), Alberto Goncalves dan Esteban Vizcarra memiliki hak pilih pada Pilkada Serentak 2018. Kedua pemain Sriwijaya FC itu pun menggunakan hak pilihnya di TPS 04 Kelurahan Sekip Jaya, Rabu (27/06).
Tiba di TPS 04 sekitar pukul 10.20 WIB, keduanya menyita perhatian warga yang ingin bersalaman dan foto bersama. Bahkan panitia di TPS tersebut pun menyempatkan diri mengabadikan momen langka ini.
Alberto Goncalves mengatakan, meski baru pertama kali mengikuti Pemilu di Indonesia, namun dalam pelaksanaan pemungutan suara tidak terlalu membingungkan. Hal itu dikarenakan dalam beberapa hari terakhir, Beto telah mencari informasi mengenai tata cara Pemilu di negara barunya ini.
“Kalau Pemilu di Brasil tidak pakai paku seperti disini. Disana pakai pena dan disilang saja pilihan kita. Disini pakai paku dan tinggal ditusukkan di pilihan kita, ya gampang,” ujar pemain kelahiran Brasil ini.
Mengenai calon gubernur dan wakil gubernur yang akan dipilih, Beto mengaku tahu meski tidak kenal secara langsung. Menurut Beto, meski dirinya bukan orang yang suka politik, tapi karena Pemilu untuk mencari pemimpin daerah yang terbaik buat masyarakat, jadi dia harus mengetahui sedikit jejak rekam para calon pemimpin tersebut. Beto juga sempat bertanya pada beberapa teman mengenai calon-calon yang ada.
“Jadi sebelum saya pilih, saya sudah tahu sedikit tentang calon itu. Saya pikir pilihan saya yang terbaik buat Sumsel,” tuturnya.
“Semoga dengan hasil Pilkada ini ke depan Sumsel jadi lebih baik. Masyarakat sini bisa senang dan inilah pilihan terbaik untuk Sumsel. Semoga hasil yang baik untuk semua,” imbuhnya.
Hak senada disampaikan Esteban Vizcarra. Menurut gelandang Sriwijaya FC ini, dirinya tidak lagi bingung dengan Pemilu ini dan sudah tahu memilih siapa. Sebab seperti halnya Beto, Vizcarra juga mencari informasi mengenai calon pemimpin yang akan dipilihnya.
“Argentina juga Pemilu seperti ini. Kita dikasih tahu kenal calon melalui kampanye dan sosialisasi. Pemungutan suaranya juga gak beda jauh. Di Indonesia pakai paku, di Argentina pakai pena,” tukas Vizcarra. (ije)

















