PAGARALAM, fornews.co-Sepertinya pasangan Bakal Calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota (Balon wako-balon wawako) Pagaralam Periode 2018-2023, Novirzah Djazuli-H Suharindi, harus maju melalui jalur perorangan.
Mengingat waktu yang terus berjalan, sedangkan hingga hari ini belum ada satupun sinyal dari partai politik (parpol) untuk memberikan dukungan terhadap pasangan tersebut untuk maju pada Pilkada Pagaralam 2018.
Rencananya, Novirzah yang merupakan Wakil Wali Kota Pagaralam itu, Sabtu (25/11) ini akan mendatangi KPU Pagaralam untuk mendaftarkan diri bersama pasangannya Suhardi.
Ketua Tim Pemenangan pasangan Novirzah- Suharindi, H. Djazuli Kuris menerangkan, pihaknya memang telah menyiapkan dua skenario untuk maju dalam Pilkada Pagaralam 2018 mendatang. Apakah itu melalui jalur parpol, maupun jalur perseorangan. Mantan Wali Kota Pagaralam itu melanjutkan, dua skenario tersebut diterapkan untuk memastikan agar sang anak yang tak lain Novirzah, bisa ikut berkompetisi menduduki kursi Pagaralam 1.
“Kalaupun melalui jalur parpol gagal, ya kita akan maju lewat jalur perseorangan atau independen. Kita sangat siap dengan dukungan masyarakat yang melebihi persyaratan yang ditetapkan KPUD,’’ terangnya.
Sementara, dikonfirmasi terpisah, Suharindi menuturkan, untuk terus melangkah maju pada Pilkada Pagaralam, pihaknya telah mengumpulkan 25.000 surat dukungan dari masyarakat tanah Basemah yang akan dibawa ke KPUD Pagaralam. “Kami yakin dan sangat optimistis bisa lolos,’’ tutur mantan Ketua DPRD Kota Pagaralam ini.
Sekadar informasi, bahwa Novirzah Djazuli sudah mendafar dan meminta dukungan ke PDIP, Golkar, Gerindra, Nasdem, PKB, PAN, PKS, Hanura dan PPP. Hanya saja, hingga saat ini belum ada satupun parpol yang mendukung pasangan Novirzah- Suharindi tersebut. (tul)

















