YOGYAKARTA, fornews.co—Penyebaran nyamuk Aedes Aegepty Wolbachia terbukti efektif menekan kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di Yogyakarta, sejak uji coba tahun 2017 lalu.
Kali ini sebanyak 420 ember berisi telur nyamuk Wolbachia disebar di Kelurahan Rejowinangun, Kecamatan Kotagede, Kota Yogyakarta.
Penyebaran telur nyamuk Wolbachia di Kelurahan Rejowinangun itu adalah tahap kedua setelah penyebaran di sejumlah kecamatan di Kota Yogyakarta.
Wakil Wali Kota Yogyakarta, Heroe Poerwadi, meminta agar terus dilakukan monitoring terhadap uji coba nyamuk Wolbachia agar tetap terkendali.
Sedikitnya 12 dari 24 kecamatan di Kota Yogyakarta yang pernah disebar telur nyamuk Wolbachia masih muncul kasus DBD. Untuk itu pihaknya meminta agar kedua belas kecamatan itu kembali disebar telur nyamuk Wolbachia.
“Seperti 12 kecamatan lain yang sejak 2011 diintervensi masih ada beberapa muncul kasus demam berdarahnya. Kami minta agar supaya tetap dikasih nyamuk wolbachia,” ungkap Wakil Wali Kota Yogya.
Baca: Wolbachia Berantas Demam Berdarah di Yogyakarta
Wakil Wali Kota Yogyakarta, Heroe Poerwadi, berharap penyebaran nyamuk Wolbachia dapat menekan angka kasus DBD di Kota Yogakarta.
World Mosquito Program (WMP) terus memperluas penyebaran nyamuk Aedes Aegepty Wolbachia di Kota Yogyakarta.
Peneliti pendamping World Mosquito Program (WMP), Riris Andono Ahmad, mengatakan sampai akhir tahun ini pihaknya merencanakan menutup sejumlah wilayah yang dulu menjadi wilayah pembanding.
Baca: September Mendatang MWP akan Lepas Nyamuk Wolbachia di Yogyakarta
“Kita merencanakan untuk melengkapi atau menutup di wilayah-wilayah yang dulu menjadi wilayah pembanding. Di Kotegede ada beberapa wilayah lainnya,” jelas Riris Andono Ahmad.
Pada waktu itu, kata Riris, Yogya dibagi menjadi 24 klaster, 12 di antaranya disebar Wolbachia sedangkan 12 lainnya tidak disebar.
“Nah, yang dua belas tidak disebar tersebut sekarang saatnya diberikan nyamuk ber-Wolbachia,” ujar peneliti pendamping WMP.
Baca: Sejarah Bakteri Pembunuh Virus Demam Berdarah
Perlu diketahui, penelitian dengan menggunakan nyamuk ber-Wolbachia sudah cukup lama dilakukan oleh WMP setelah terlebih dahulu mempertimbangkan faktor keamanan.
Kemudian, pada tahun 2017, secara acak WMP mulai menyebarkan telur nyamuk ber-Wolbachia di dua belas kecamatan di Kota Yogyakarta.
Setelah dilakukan pengamatan selama tiga tahun, wilayah yang terdapat nyamuk ber-Wolbachia dapat menekan kasus demam berdarah hingga 77 persen lebih rendah dibandingkan dengan yang tidak disebari. (adam)
















