
BATURAJA, fornews.co – Untuk menekan maraknya aksi tauran antar pelajar di Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU), saat pulang sekolah, Polres setempay melalui Satuan Binmas dan Bhabinkamtibmas saat ini gencar dor to dor ke sekolah-sekolah terkhusus Sekolah Menengah Atas (SMA) sederajat.
Dalam sosialisanya pihak kepolisian mengingatkan akan bahayanya dan efek dari tauran itu sendiri, disamping akan mencederai diri sendiri, efeknya akan berdampak pemberhentian darinsekolah terhadap siswa yang melakukan aksi tauran. Terlebih lagi akan diproses secara hukum jika sudah melakukan tidakan kekerasan yang menyebabkan kematian.
Polisi juga memberikan pengarahan untuk mengurangi nongkrong atau berkumpul disatu tempat saat pulang sekolah, apalagi saat jam sekolah. “Inilah akar dari tawuran. Dimana anak-anak pulang sekolah ngumpul disatu tempat dan terjadi gesekan dengan sekolahan lain, atau salah satu temannya mempunyai masalah dengan siswa sekolah lain. Maka dengan tidak berfikir panjang para siswa akan langsung mengambil tindakan yang salah,” terang Kasat Binmas AKP Widhi SH SIK didampingi Bhabinkamtibmas Brigpol Deni Arfan SH MSi, Selasa (21/02).
Tidak hanya itu, polisi juga mengingatkan tentang bahaya narkoba, dimana saat ini pengguna narkoba kebanyakan kalangan remaja. Terlebih OKU, kawasan kota sudah masuk dalam ambang darurat narkoba. Hal tersebut terbukti dengan ditangkapnya belasan pengedar narkoba hanya dalam waktu kurang dari satu bulan.
“Kita juga akan mepakuian razia terhadap pelajar yang kedapatan tengah berkumpul baik itu jam sekolah maupun jam pulang sekolah. Karena perkumpulan tersebut yang bisa membuat anak sekolah terlibat tindak pidana narkoba,” lanjutnya.
Pihak kepolisian juga memberikan informasi tentang bahaya keamanan masyarakst serta pengumuman penerimaan Polri yang akan dibuka. “Lebih baik daftar Polri daripada ngumpul tidak jelas, tawuran, apalagi pakai narkoba,” pungkasnya. (wil)

















