BATURAJA, fornews.co – Tomy (32) warga Dusun II, Desa Bandar Agung, Kecamatan Lubuk Batang, Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) diamankan polisi. Penyebabnya, kepala keamanan lapangan KUD Minanga Ogan ini telah menghilangkan nyawa Sadil (32) warga Dusun II, Desa Tanjung Manggus, Kecamatan Lubuk Batang, Kabupaten OKU.
Kapolres OKU AKBP NK Widayana Sulandari didampingi Kasat Reskrim AKP Alex Andrian menerangkan, kejadian bermula ketika Sadil rekannya Teguh pada Selasa (25/12) lalu melakukan aksi pencurian buah sawit di Blok K 14 Afd 3 kuang KUD Minanga Ogan. Sekitar pukul 04.00 WIB, aksi pencurian Sadil tersebut diketahui oleh Tomy yang kemudian membawa tujuh rekannya untuk menangkap Sadil dan Teguh. Tiba di lokasi kejadian, Tomy dan tujuh rekannya akhirnya berhasil mengamankan Sadil dan Teguh.
“Kemudian, korban Sadil dan Teguh dibawa Tomy ke pos keamanan dengan menggunakan sepeda motor. Nah terjadilah perkelahian di lokasi. Sadil sempat menebaskan parang miliknya ke arah rekan Tomy. Kemudian Tomy melihat rekannya terancam langsung membantu yang membuat Sadil terjatuh,” kata Kapolres pada press release di Mapolres OKU, Selasa (01/01).
Sadil yang terjatuh, lanjut Kapolres, mencoba bangkit dan menyerang Tomy. Merasa terancam jiwanya membuat Tomy mengeluarkan senpira jenis revolver yang dibelinya seharga Rp1 juta di perbatasan OKU-Muara Enim dan menembakkan senjata tersebut ke arah Sadil.
“Karena waktu kejadian tersebut masih gelap, pelaku Tomy ini menembakkan senjata semaunya. Sehingga peluru mengenai muka korban Sadil yang membuat korban tewas di lokasi kejadian,” papar Kapolres.
Usai menembak korban, kata Kapolres, pelaku melarikan diri. Sedangkan senpiranya dititipkan kepada rekannya yang kemudian menyerahkannya kepada polisi yang mendatangi TKP. Keesokan harinya (26/12), pelaku menyerahkan diri ke Polsek Lubuk Batang yang kemudian diserahkan ke Sat Reskrim Polres OKU guna diproses secara hukum. “Saat ini pelaku masih kita amankan guna penyelidikan dan pengembangan lebih lanjut,” ujar Kapolres.
Sementara itu, Tomy mengatakan, dirinya baru bekerja selama 7 bulan sebagai keamanan KUD Minanga Ogan. Menurutnya, setiap piket jaga malam selalu membawa senpira yang hanya berisi satu butir peluru saja.
“Yo pak, daripada aku mati, lemak ku tembak duluan dio,” pungkasnya. (gus)
















