PALEMBANG, fornews.co – Gubernur Sumsel Herman Deru mengapresiasi diskusi sekaligus silaturahmi Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (FKPD) Provinsi Sumsel dan kabupaten/kota dengan tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh adat dan Ormas Islam serta Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) se-Sumsel.
Dalam diskusi yang digelar di Griya Agung, Palembang, Selasa (30/10). Herman Deru mengharapkan, melalui diskusi ini dapat lebih menjaga keutuhan NKRI dan menjaga kerukunan antarumat beragama di Sumsel.
“Saya sangat mengapresiasi acara seperti ini, di mana forum diskusi sekaligus silaturahmi antarsemua pihak tentu harus kita maknai menjadi sebuah spirit. Saya mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah bersama-sama menjaga keutuhan NKRI dan menjaga kerukunan warga Sumsel dari ancaman konflik. Alhamdulilah Sumsel tidak ada konflik antaragama,” ungkapnya.
Di samping itu, menjelang tahun politik ini, warga negara Indonesia harus datang ke TPS, karena tugas dan fungsinya sebagai warga negara harus hadir dalam memilih calon pemimpin. Untuk itu, diriya mengajak semua untuk menyambut dengan kegembiraan, namun tetap waspada.
“Kita yang dikokohkan sebagai tokoh formal, tokoh agama, tokoh masyarakat, tentu menjadi bagian penting dalam pelaksanaan ini. Maka di pertemuan ini kita adalah sebagai garda terdepan untuk mempertahankan bahwa Sumsel ini adalah wilayah tidak suka konflik. Baik itu dalam area yang kecil maupun yang luas,” tuturnya.
Di kesempatan ini, Herman Deru meminta kepada FKPD Sumsel dan bupati/wali kota untuk lebih aktif lagi hadir di acara keagamanaan, apa pun agamanya.
“Kita berterima kasih kepada pendahulu kita yang telah mempersembahkan kepada kita, dan kita nikmati hingga saat ini adalah daerah demokrasi. Artinya apa yang dipersembahkan oleh pendahulu kita harus kita nikmati serta disyukuri dengan perbuatan. Semoga forum diskusi ini memberikan manfaat yang besar bagi Provinsi Sumsel,” tandasnya.(bas)

















