PALEMBANG, fornews.co-Penilaian kurang bergairahnya kampanye para calon legislatif (caleg) pada pemilu 2019 yang disampaikan Bawaslu RI beberapa waktu lalu, ternyata dipandang berbeda oleh peserta pemilu.
Menurut calon Anggota DPD RI asal Sumsel Nomor 41, Ir Hj Lucianty, SE, sebenarnya model kampanye yang dilakukan oleh masing-masing caleg memang berbeda. Ada sebagian yang menggunakan media sosial (medsos) dan ada juga yang menggunakan cara lama.
“Kalau kurang bergairah tidak juga. Selama ini mungkin bagi pendatang baru menggunakan medsos, kemudian alat peraga seperti spanduk dan lain-lain. Tapi kalau pemain lama, saya pikir face to face langsung mendatangi dan bersilaturahmi dengan masyarakat. Apalagi dengan masyarakat yang sudah terjalin tali silaturahmi dari dulu,” ujarnya, saat dibincangi usai menghadiri acara Silaturahmi Akbar II IKSPI Kera Sakti, di Bumi Perkemahan Cadika, Jumat (26/10).
Mantan Anggota DPRD Sumsel itu mengungkapkan, kalau sudah berani mencalonkan diri, berarti harus serius dan sungguh-sungguh untuk dapat menjadi Anggota DPD RI asal Sumsel.
“saya tetap berjalan dan semangat. Saya berkampanye dengan datang langsung ke masyarakat, ke kelompok pengajian, kelompok tani, pertandingan olahraga dan masih banyak hal yang bisa dilakukan. Bahkan, kalau ada pihak yang mengundang disatu kegiatan ya saya bisa hadir,” ungkapnya.
Istri dari mantan Bupati Muba, Pahri Azhari itu menerangkan, sasaran pemilih yang ditujunya mungkin lebih ke perempuan. Karena, jika Insya Allah diberi amanah menjadi Anggota DPD RI asal Sumsel, maka hak-hak kaum perempuan akan diperjuangkan terlebih dulu.
“Untuk kantung suara, dari 17 kabupaten/kota itu sama. Karena ini dapilnya seluruh kabupaten/kota, maka inginnya saya semua itu terwakili untuk mendapatkan suara. Sebanyak-banyaknya, kalau target suara tentu kita berkaca pada hasil pemilihan DPD RI lima tahun lalu, tapi saya berusaha semaksimal mungkin saya bisa,” tandasnya. (tul)

















