
PALEMBANG-Gubernur Sumsel Alex Noerdin menyatakan, progres pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) di kawasan Jakabaring Palembang, mengalami keterlambatan, akibat karena permasalahan lahan.
Namun dalam waktu dekan permasalahan ini segera diselesaikan bersamaan dengan penyelesaian beberapa hal yang harus disiapkan terkait administrasi bersama pihak PLN. “Progresnya masih terus berjalan dan terus dilakukan percepatan, kita masih menunggu rapat terkoneksi selanjutnya tanggal 28 Oktober mendatang,” ujar Alex, usai audensi dengan Sharp Corporation Mr Tatsuya Sato, Ms Shoko Fukahori dan Richard Susilo di Griya Agung Palembang, Jum’at (7/10).
Alex mengungkapkan, proyek ini merupakan embrio pembangunan PLTS di Sumsel. Karena berskala kecil dan akan terus dikembangkan dengan membangun secara besar-besaran di kawasan Pesisir Timur Sumsel. Pemprov Sumsel sendiri, sambungnya, sengaja menetapkan pembangunan di Kawasan Pesisir Timur Sumsel, dikarenakan intensitas sinar matahari lebih besar di wilayah tersebut. Selain itu, di kawasan Pesisir Timur sendiri terdapat lahan yang memang belum termanfaaatkan. “Hambatannya adalah transmisi PLN belum ada, jadi akan ada dua proyek yakni pembangunan PLTS dan transmisi PLN,” ungkapnya.
Sementara, Direktur Perusahaan Daerah Pertambangan dan Energi (PDPDE) Provinsi Sumsel Hasan Yani menuturkan, rapat bersama pihak Sharp ini membahas tentang jadwal kapan pelaksanaan pembangunannya. Saat ini, ujarnya, pembagunan tersebut masih dalam tahap pembahasan dan melengkapi administrasi. “Jika tidak ada halangan dimulai Januari mendatang, setelah proses administrasi selesai,” ujarnya.
Hasan menambahkan, PLTS Jakabaring akan dibangun diatas lahan seluas 5 hektare (Ha). Setelah selesai dibangun, listrik akan disuplai ke PLN dan pihak PLN juga yang akan menentukan penggunaannya. “Target penyelesaian secepatnya karena PLTS ini akan digunakan juga untuk penyelenggaraan Asian Games 2018 mendatang,” pungkasnya.
Proyek 2 Mega Watt (MW)ini merupakan kerjasama Pemprov Sumsel bersama investor asal Jepang Sharp Corporation dan akan menjadi awal dari pembangunan PLTS dengan skala lebih besar lagi. (tul)

















