
LUBUKLINGGAU, fornews.co – Ketua Cabang Bhayangkari Polres Lubuklinggau, Farah Hajat Mabrur Bujangga, mengaku haru melihat Wahyu (12) warga Lubuklinggau, yang tetap tegar meski berjalan dengan menggunakan alat bantu tongkat.
”Apa yang kita lakukan untuk membantu sesama. Pemberian kaki palsu ini menjadikan secercah harapan bagi adik kita untuk masa depannya. Sungguh mulia yang dilakukan ini untuk kemanusiaan,” jelas Ketua Bhayangkari Polres Lubuklinggau, Farah Hajat Mabrur Bujangga, yang terharu saat melakukan pengukuran kaki palsu Kamis (13/07).
Menurutnya, program kaki palsu yang dilakukan Kick Andy Foundation, menjadi harapan besar masyarakat. Karena, dimungkinkan mereka belum mampu membeli sendiri. Sama seperti yang dialami Wahyu, ini tentunya punya harapan besar bisa berjalan sempurna tidak menggunakan tongkat lagi sebagaimana anak-anak lainnya.
Sementara itu, Perwakilan Tim Kick Andy Foundation, Sohirin menegaskan, untuk pengukuran yang dilakukan di Polres Lubuklinggau, sebanyak 10 orang dengan total penerima kaki palsu sebanyak 11 kaki. Sebab, ada satu orang penyandang disabilitas memperoleh dua kaki palsu karena kedua kakinya tidak ada. Sedangkan, untuk penerima kaki Wahyu belum bisa diberikan karena kondisi kaki luka. Sehingga, diperlukan pengobatan lebih lanjut.
“Nah, untuk penerima kaki palsu Wahyu tetap dibuatkan. Tetapi, harus ada perlakuan khusus. Sebab, dibuatkan pengikat pinggang membantu kaki palsu yang akan dipasangkan nanti,” pungkasnya. (eky)

















