
BATURAJA, fornews.co-Aktivitas pedagang kaki lima (PKL) buah yang ada di sekitar kawasan Pasar Atas dan Pasar Baru Baturaja, Ogan Komering Ulu (OKU), yang dinilai mengganggu arus lalulintas dan pejalan kaki didorong mundur oleh Dinas Perhubungan (Dishub) setempat.
Pantauan di lapangan Kamis (16/02), Dishub OKU, tetap memberi ruang kepada pedagang buah dengan memberi space di sudut jalan tepatnya di tepi jalan depan kantor BRI Pasar Atas. Sedangkan pedagang buah di Pasar Baru dipusatkan di belakang Kantor Pariwisata, yang bwrsebalahan dengan pasar, sehingga tidak terlalu mengganggu arus lalulintas, yang selama ini dikeluhkan masyarakat. Sebab kerap menimbulkan kemacetan.
Kepala Dishub OKU, Aminelson mengatakan, pihaknya sengaja menempatkan pedagang buah terpusat didua titik. Untuk kawasan Pasar Atas dipusatkan di depan kantor BRI. Sedangkan di kawasan Pasar Baru dipusatkan di belakang Kantor Pariwisata OKU.
“Ini untuk memberikan kenyamanan pengguna jalan. Karena selama ini, pedagang buah tersebar dibanyak titik di beberapa jalan. Kini kami pusatkan. Selain itu, untuk menata kota agar lebih tertib dan nyaman serta tidak semrawut,” ujar Aminelson.
Menurut dia, dari data yang diterimanya ada sekitar 15 pedagang buah yang memakai mobil yang tertibkan untuk berjualan di depan BRI Baturaja. “Mereka mulai berjualan sore hari, sehingga tidak mengganggu arus lalulintas dan aktifitas warga. Jalan ini juga kalau sore tidak ada lagi parkir,” terangnya.
Kendati demikian, meski sudah diberi ruang tanpa harus khawatir ditertibkan, masih juga timbul persoalan di antara para pedagang. Pada hari pertama penertiban tempat tersebut, pedagang bingung mencari lapak yang tepat untuk berjualan. Karena takut gesekan dengan pedagang lainnya.
Bukan hanya pedagang buah saja yang bingung untuk mencari lapak berjualan. Beberapa pedagang lain seperti penjual bakso, sate, kebab juga kebingungan. Karena diminta pergi atau diminta menepi oleh petugas. Sebab, kawasan tersebut untuk pedagang buah. Padahal, mereka sudah lama berjualan di tempat tersebut.
“Kami sudah lama berjualan di sini,” ketus salah satu pedagang makanan yang biasa mangkal di tempat tersebut sambil berlalu. Sementara petugas yang mendengar celotehan si pedagang, hanya memberi pengertian agar patuh terhadap aturan. (wil)

















