PALEMBANG, fornews.co – Gerak cepat polisi menindaklanjuti upaya pengiriman sabu-sabu yang digagalkan petugas Avsec Bandara Internasional SMB II pada Sabtu (28/4) berbuah hasil. Petugas gabungan Ditres Narkoba Polda Sumsel dan Satres Narkoba Polresta Palembang berhasil mengamankan satu kurir dan menembak mati tiga lainnya.
Ketiga kurir narkoba yang tewas ditembus timah panas petugas yaitu Erwin Oroh, Jonly Alvin Wowor dan Michael Ramon Rimbing. Mereka diberikan tindakan tegas karena melakukan perlawanan dan membahayakan petugas saat akan ditangkap.
Penangkapan ketiganya merupakan hasil pengembangan dari tersangka Nurhadiansyah yang terlebih dahulu diamankan petugas Avsec Bandara International Sultan Mahmud Badaruddin II Palembang saat akan check in menuju Banjarmasin, Sabtu (28/4). Dari hasil pemeriksaan badan dan barang bawaan Nurhadiansyah, petugas mendapati narkoba jenis sabu seberat 5,15 kilogram.
Mengetahui Nurhadiansyah diamankan petugas, Erwin Oroh dan Jonly melarikan diri dari bandara. Namun berdasarkan keterangan dari Nurhadiansyah, petugas yang melakukan pengejaran berhasil menangkap tersangka Jonly di Simpang Bandara. Pengejaran pun tidak berhenti disitu. Berdasarkan hasil pengembangan selanjutnya, petugas pun memburu dua tersangka lainnya yaitu Erwin dan Michael. Dengan membawa Nurhadiansyah sebagai penunjuk tempat persembunyian kawanannya, polisi berhasil menemukan para tersangka.
“Namun saat akan ditangkap di perkebunan di kawasan Tanjung Api-Api, sempat terjadi aksi kejar-kejaran dengan petugas. Tersangka Erwin dan Michael berusaha merebut senjata api milik petugas sehingga petugas terpaksa memberikan tindakan tegas (tembak di tempat),” terang Kapolda Sumsel Irjen Zulkarnain Adinegara didampingi Direktur Reserse Narkoba Polda Sumsel Kombes Farman saat press release di kamar jenazah Rumah Sakit Bhayangkara Palembang, Minggu (29/4).
Dikatakan mantan Kapolda Riau ini, keempat tersangka termasuk Nurdiansyah yang ditangkap terlebih dahulu merupakan warga dari Kendari, Sulawesi Tenggara. Mereka ini sama dengan kelompok yang ditangkap Ditresnarkoba Polda Sumsel di Surabaya beberapa waktu lalu.
“Sesuai dengan komitmen kami jika mereka (pengedar narkoba) melakukan perlawanan, kami tidak segan memberikan tindakan tegas. Perlu diketahui yang ditangkap dan ditembak mati ini bukan bandarnya melainkan hanya kurir saja. Kami tidak akan berhenti bekerja mengungkap peredaran narkoba di Sumsel,” tegas Zulkarnain. (ije)

















