PALEMBANG, fornews.co – Curah hujan yang tinggi membuat daerah di Sumsel yakni Kabupaten Lahat diterjang oleh banjir bandang, Kamis (09/01). Tercatat ada dua Kecamatan di Lahat yang dilanda banjir parah yaitu Kecamatan Kikim Timur dan Kecamatan Gumay Talang.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lahat, Marjono mengatakan, dari dua kecamatan tersebut yang paling parah dampaknya yakni di Kecamatan Kikim Timur. Dimana akses jalan antara Lahat dan Tebing Tinggi, serta Kota Pagaralam tertutup longsor.
Selain, akses jalan yang tertutup longsor juga ada tiga warga yang terbawa arus banjir bandang. Kemudian, 12 rumah hanyut dan ratusan rumah terendam banjir.
“Warga yang terbawa arus ini berhasil ditemukan karena tersangkut pohon. Mereka ditemukan dalam kondisi selamat dan kini sudah dibawa oleh keluarganya,” katanya saat dihubungi, Kamis (09/01).
Sedangkan, untuk Kecamatan Gumay saat ini sudah berangsur pulih terutama untuk akses jalannya yang sudah dapat dilalui oleh kendaraan. Pihaknya juga terus bersiaga agar penanganan dapat dilakukan dengan cepat. Selain itu, pihaknya juga telah menyiapkan posko kesehatan serta dapur umum jika sewaktu-waktu diperlukan saat bencana kembali terjadi.
Saat ini, kondisi sudah berangsur membaik dan warga pun telah diperbolehkan untuk pulang agar dapat membersihkan sisa-sisa banjir di rumahnya.
“Kami imbau warga harus tetap waspada. Terutama saat mendengar suara sirine dari alat pendeteksi banjir,” tutupnya.
Sementara itu, Gubernur Sumsel Herman Deru mengatakan, dirinya akan memerintahkan BPBD Sumsel untuk turun ke lokasi mengecek apa saja dampak dari bencana di Lahat, Sumsel ini.
“Nanti saya perintahkan berangkat karena ini berkaitan dengan nyawa,” katanya.
Menurutnya, dalam mengatasi persoalan bencana, pemerintah boleh menggunakan dana tidak terduga. Dimana, tahun ini alokasi dana tersebut tidak terbatas.
“Nanti kami cek dulu dan tunggu laporan. Jika memang layak untuk diberikan bantuan maka akan diberikan secepatnya,” singkatnya. (lim)

















