PALEMBANG, fornews.co – Sikap manja anak yang tak ingin ditinggalkan oleh orangtua atau yang selalu pengen ikut kemanapun orangtuanya pergi hampir dialami oleh seluruh orangtua. Sebenarnya, sifat anak yang posesif dan ingin menghabiskan waktu bersama ibunya adalah hal yang normal.
Kondisi ini bisa terjadi karena ia merasa sangat nyaman dan aman sehingga ia tidak ingin dirinya ditinggal walau hanya semenit. Namun, hal ini tentunya tidak baik bila didiamkan saja.
Dilansir dari alodokter, Selasa (11/08), terus-menerus mengikuti kemauan anak juga tidak boleh, lho. Selain itu, jika sifat posesifnya terus terbawa hingga ia besar, kelak Si Kecil akan kesulitan untuk mandiri tanpa bantuan orangtua.
Nah, berikut ini adalah beberapa tips untuk mengatasi anak posesif:
1. Berikan pengertian
Salah satu cara mengatasi anak yang posesif adalah dengan sering memberikan pengertian padanya. Ketika harus melakukan sesuatu yang mengalihkan perhatian darinya, misalnya memasak atau mandi, sangat penting untuk menjelaskan apa yang harus dilakukan.
Walau masih kecil, anak-anak bisa memahami apa yang dikatakan oleh orangtuanya, kok. Jadi, cobalah untuk memberitahu Si Kecil secara berulang dengan kalimat sederhana, agar ia bisa mengerti.
2. Alihkan perhatiannya
Memiliki anak posesif tak jarang membuat seorang orangtua harus menahan buang air kecil. Anak yang posesif akan rewel atau menangis walau ibunya hanya pergi sebentar untuk ke kamar mandi. Bahkan, tak sedikit anak yang memaksa harus ikut ibunya ke kamar mandi, lho.
Nah, agar fokus Si Kecil tidak lagi tertuju, anda bisa mengalihkan perhatiannya, misalnya dengan memberikannya mainan atau buku bacaan. Setelah itu, anda bisa bergegas melakukan hal yang perlu dilakukan.
3. Berikan anak tugas kecil
Sifat posesif bisa muncul karena anak merasa tidak bisa apa-apa tanpa orangtua atau ibunya. Nah, anda bisa mengubah pola pikir ini dengan membiasakan Si Kecil mandiri. Berikan saja ia tugas kecil, seperti merapikan mainannya atau sekadar mengatur benda di atas meja sebelum makan malam.
Setelah ia melakukan pekerjaan yang Bunda minta, jangan lupa berikan pujian atas apa yang telah ia lakukan. Dengan begitu, Si Kecil akan sadar bahwa ia bisa melakukan sesuatu sendiri tanpa perlu selalu Bunda dampingi.
4. Jangan lupa berpamitan
Anak yang posesif tidak akan membiarkan orangtuanya pergi ke suatu tempat tanpa mengajaknya. Agar Si Kecil mengerti bahwa anda harus beranjak dari sisinya dan pergi ke suatu tempat, penting untuk berpamitan kepadanya sebelum keluar rumah dan memberitahunya kapan akan kembali.
Jika Si Kecil menangis, usahakan untuk menenangkannya terlebih dahulu. Agar tidak membuat anda terlambat, berpamitanlah sejak beberapa jam sebelum berangkat, atau bahkan sejak sehari sebelumnya.
Berikan pengertian bahwa anda harus keluar rumah, misalnya pergi berbelanja dan ia tidak boleh ikut, apalagi di tengah pandemi seperti saat ini. Anda juga bisa meminta bantuan nenek, pengasuh, atau anggota keluarga lainnya untuk menjaga Si Kecil saat Bunda pergi.
Menghadapi anak yang posesif terhadap memang tidaklah mudah dan memerlukan banyak kesabaran. Akan tetapi, bukan berarti sifat ini tidak bisa diubah, ya.
Bila tips-tips di atas telah dilakukan tapi buah hati tetap tidak mau lepas atau bahkan memperlihatkan reaksi yang berlebihan saat ditinggal, misalnya merusak barang atau menyakiti dirinya, ada baiknya berkonsultasi dengan dokter atau psikolog untuk mendapatkan pengarahan yang tepat. (rif)

















